periskop.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penyesuaian komposisi indeks LQ45. Hasil evaluasi terbaru ini akan mulai diberlakukan efektif pada periode 2 Februari 2026 hingga 30 April 2026.
Evaluasi dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan sejumlah indikator utama, salah satunya rasio free float atau porsi kepemilikan saham publik yang dapat diperdagangkan secara bebas. Aspek ini menjadi krusial karena berpengaruh langsung terhadap likuiditas saham serta besaran bobot yang diberikan dalam perhitungan indeks.
Adapun indeks LQ45 secara khusus dirancang untuk mengukur kinerja 45 saham pilihan dengan tingkat likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar besar, serta fundamental perusahaan yang dinilai solid.
Dalam evaluasi mayor periode ini, BEI menetapkan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebagai emiten baru yang masuk ke dalam jajaran saham LQ45. Masuknya BREN sekaligus menggantikan posisi PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) yang sebelumnya menjadi konstituen indeks saham unggulan tersebut.
BREN tercatat memiliki rasio free float sebesar 12,30%. Berdasarkan perhitungan BEI, angka tersebut membuat sekitar 16,46 miliar saham BREN diperhitungkan dalam pembentukan indeks pasca evaluasi. Meski baru bergabung, saham berbasis energi terbarukan ini langsung mencatatkan bobot indeks sebesar 6,83%, sebuah capaian yang relatif besar untuk konstituen baru.
Dengan demikian, berikut daftar lengkap penghuni LQ45 periode 2 Februari 2026 hingga 30 April 2026:
1. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)
2. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR)
3. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)
4. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)
5. PT Amman Mineral International Tbk (AMMN)
6. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)
7. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
8. PT Astra International Tbk (ASII)
9. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
10. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
11. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
12. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN)
13. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
14. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
15. PT Barito Pacific Tbk (BRPT)
16. PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
17. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)
18. PT Ciputra Development Tbk (CTRA)
19. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
20. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK)
21. PT XL Axiata Tbk (EXCL)
22. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)
23. PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL)
24. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
25. PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
26. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
27. PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP)
28. PT Indosat Tbk (ISAT)
29. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)
30. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
31. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
32. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI)
33. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)
34. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
35. PT Medco Energi International Tbk (MEDC)
36. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL)
37. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)
38. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO)
39. PT Bukit Asam Tbk (PTBA)
40. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA)
41. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR)
42. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
43. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)
44. PT United Tractors Tbk (UNTR)
45. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
Tinggalkan Komentar
Komentar