Periskop.id - Kepala Biro Info Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Brigadir Jenderal TNI Rico Sirait menyatakan, pengiriman pasukan di Gaza masih menunggu kehadiran Presiden Prabowo Subianto pada 28 Februari 2026 nanti.
"Saya belum bisa meng-update karena masih menunggu kehadiran Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 28 nanti,” katanya kepada pers di Jakarta, Rabu (25/2) malam.
Dia menyatakan, ada pakem-pakem yang mungkin menjadi arahan beliau terkait dengan jumlah, terkait dengan siapa, terkait dengan di mana, kapan, dan sebagainya. “Jadi masih menjadi menunggu arahan dari pimpinan tertinggi kita," serunya.
Soal ini, lanjutnya, sudah disuarakan ke seluruh jajaran TNI maupun Kemenhan. “Termasuk kepala Puspen TNI, kepala Dinas Penerangan (matra TNI), dan seluruh pejabat untuk menahan diri dan tidak menyampaikan hal yang mungkin nantinya malah menimbulkan disinformasi,” tuturnya.
Sebelumnya, dalam kunjungan kerja Prabowo ke Amerika Serikat baru-baru ini, Indonesia menandatangani kesediaan menjadi bagian dari Badan Perdamaian, suatu badan multilateral bentukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk mengupayakan sesuatu yang dia sebut sebagai perdamaian di Jalur Gaza.
Bahkan Indonesia didapuk menjadi negara yang petinggi militernya akan menjadi wakil komandan Pasukan Stabilitas Internasional (ISF) bentukan Badan Perdamaian itu. Prabowo dalam pernyataannya mengatakan, akan mengirimkan pasukan militer Indonesia dalam jumlah signifikan.
“Pencapaian gencatan senjata ini nyata. Kami memuji hal ini, dan oleh karena itu, kami menegaskan kembali komitmen kami untuk menyumbangkan jumlah pasukan yang signifikan, hingga 8.000 personel atau lebih jika diperlukan," kata Presiden Prabowo saat itu.
Presiden menyatakan siap mengerahkan ribuan personel untuk berperan aktif dalam pasukan stabilisasi internasional ISF. Dalam sambutan di forum itu, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia sejak awal telah mempelajari dan mendukung penuh rencana perdamaian yang diinisiasi Presiden AS Donald Trump
Tim Advance
Prabowo juga menegaskan, tujuan Indonesia bergabung dengan BoP yaitu untuk perdamaian di Gaza, Palestina. "Indonesia sepenuhnya setuju dan berkomitmen penuh terhadap rencana ini. Itulah sebabnya kami bergabung dengan Board of Peace. Kami berkomitmen untuk keberhasilannya. Kami tahu akan ada banyak hambatan dan kesulitan, tetapi kami sangat optimistis," tegas Prabowo.
Prabowo juga menyebut kemungkinan ada tim advance yang akan dikirim lebih dulu ke Gaza. Tim advance dikerahkan dalam jumlah anggota yang tidak terlalu besar, karena misi penugasan mereka, di antaranya untuk memetakan wilayah dan menganalisis risiko selama nantinya pasukan dari TNI bertugas bersama ISF.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyampaikan kembali Indonesia dipercaya sebagai Wakil Komandan ISF. "Mereka minta kita jadi deputy commander," ujarnya.
Oleh karena itu, Presiden menegaskan Indonesia akan menunjuk perwira terbaik yang nantinya akan mewakili Indonesia sebagai Wakil Komandan ISF."Ya dipilih, ya kita cari yang bagus," kata Presiden.
Tinggalkan Komentar
Komentar