Periskop.id - Keputusan Jerome Powell untuk tetap berada di Dewan Gubernur Federal Reserve meskipun masa jabatannya sebagai Ketua akan segera berakhir tergolong sebagai peristiwa yang sangat langka dalam catatan sejarah bank sentral Amerika Serikat. 

Langkah ini menjadikan Powell sebagai orang pertama yang melakukan tindakan tersebut sejak era Marriner Eccles, seorang tokoh yang masa jabatannya sebagai ketua bank sentral berakhir pada tahun 1948 sebelum kemudian memutuskan untuk melanjutkan pengabdiannya sebagai gubernur hingga tahun 1951.

Pernyataan resmi mengenai komitmen ini disampaikan langsung oleh Powell dalam konferensi pers setelah keputusan The Fed untuk menahan suku bunga di kisaran 3,5% sampai 3,75% pada Rabu waktu setempat. 

Dalam kesempatan tersebut, Powell menyampaikan kekhawatirannya terhadap berbagai langkah hukum yang secara spesifik menargetkan bank sentral. Ia menegaskan bahwa tekanan-tekanan tersebut menjadi alasan kuat bagi dirinya untuk tetap bertahan di institusi tersebut, meskipun ia berencana untuk tidak terlalu sering tampil di hadapan publik setelah posisinya berganti nanti.

Melansir CoinDesk, Powell menekankan pentingnya menjaga marwah lembaga dari intervensi eksternal demi kepentingan publik. 

“Saya khawatir serangan-serangan ini merusak institusi dan membahayakan hal yang paling penting bagi publik, yaitu kemampuan untuk menjalankan kebijakan moneter tanpa mempertimbangkan faktor politik,” kata Powell sebagaimana dikutip pada Kamis (30/4).

Struktur Jabatan dan Preseden Sejarah Marriner Eccles

Masa jabatan Powell sebagai Ketua The Fed secara resmi akan berakhir pada 15 Mei mendatang. Namun, terdapat detail teknis penting dalam struktur kompleks bank sentral yang jarang diperhatikan publik, yakni Powell masih memiliki masa jabatan terpisah sebagai salah satu dari tujuh anggota Dewan Gubernur yang berlangsung hingga 31 Januari 2028.

Mengutip pemberitahuan dari AP, preseden serupa pernah terjadi pada tahun 1948 ketika Ketua Fed saat itu, Marriner Eccles, memutuskan untuk tetap menjabat sebagai Gubernur selama tiga tahun tambahan setelah posisinya sebagai Ketua berakhir. 

Langkah Eccles tersebut bertujuan untuk menjaga konsistensi kebijakan moneter dalam konteks pembangunan ekonomi pascaperang, sebuah pola yang kini seolah diulangi oleh Powell dalam menghadapi ketidakpastian politik modern.

Perseteruan dengan Donald Trump dan Independensi Moneter

Melansir Forbes, ketegangan antara Powell dengan Donald Trump telah menjadi rahasia umum sejak Trump kembali ke Gedung Putih. 

Trump berulang kali mengkritik Powell dan Federal Reserve dengan label "terlambat" karena dianggap tidak segera memangkas suku bunga. Padahal, ia adalah sosok yang menunjuk Powell pada 2017, meskipun ia sempat mempertimbangkan untuk memecatnya pada 2018 karena menilai suku bunga yang ditetapkan terlalu tinggi.

Keputusan Powell untuk tidak sepenuhnya mundur dari Federal Reserve memiliki implikasi politis yang besar karena langkah ini secara otomatis menghalangi Trump untuk mengisi kursi kosong di Dewan Gubernur dengan pendukung pilihannya. 

Sebelumnya, Trump telah menunjuk Miran ke bank sentral tahun lalu sebagai pendukung konsisten kebijakan penurunan suku bunga guna menyelaraskan kebijakan moneter dengan agenda ekonominya.

Latar Belakang Investigasi dan Renovasi Gedung The Fed

Di balik dinamika politik tersebut, terselip isu hukum terkait pengelolaan keuangan internal di mana pada Januari lalu, Departemen Kehakiman (DOJ) membuka penyelidikan mengenai dugaan salah kelola keuangan dalam proyek renovasi dua gedung utama bank sentral yang dilakukan oleh Powell dan Federal Reserve. 

Proyek renovasi bangunan yang dibangun sejak 1930-an tersebut awalnya diperkirakan memakan biaya sekitar US$1,9 miliar, namun realisasinya membengkak hingga mencapai US$2,5 miliar.

Meskipun audit pada 2021 tidak menemukan bukti pelanggaran, Powell tetap meminta pengawas internal untuk melakukan peninjauan kedua tahun lalu akibat desakan dari pemerintahan Trump. 

Pekan lalu, Departemen Kehakiman menghentikan penyelidikan tersebut dan menyerahkannya kepada Inspektur Jenderal Federal Reserve untuk ditinjau lebih lanjut. 

Walaupun penyelidikan dihentikan sementara, jaksa menyatakan tidak akan ragu untuk membuka kembali kasus pidana jika diperlukan di masa depan, sementara Powell secara konsisten membantah adanya segala bentuk pelanggaran dalam proyek tersebut.