periskop.id - Pemerintah Indonesia melalui Bank Indonesia (BI) terus memperluas implementasi sistem pembayaran digital lintas negara berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Terbaru, Indonesia resmi membuka peluang penggunaan QRIS di China, menandai langkah strategis dalam memperkuat integrasi sistem pembayaran kedua negara.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan bahwa kemudahan transaksi kini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia maupun China tanpa perlu menggunakan uang tunai.
"Jadi setiap kali kita pergi ke Tiongkok atau warga Tiongkok datang ke Indonesia, jangan gunakan uang tunai, cukup gunakan ponsel Anda, Anda bisa membeli apa saja," ucap Perry dalam acara peluncuran Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) sekaligus QRIS antar negara Indonesia-China, Jakarta, Kamis (30/4).
Perry menyoroti potenso nilai transaksi mata uang lokal antara Indonesia dan Tiongkok telah mencapai US$18 miliar, menjadikannya salah satu yang terbesar.
"Dan transaksi mata uang lokal antara Indonesia dan Tiongkok menjadi yang terbesar, sebesar 18 miliar dolar AS," ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong menyampaikan apresiasi atas capaian yang telah diraih BI di bawah kepemimpinan Perry. Ia menilai berbagai reformasi dan inovasi yang dilakukan telah memberikan kontribusi signifikan terhadap kemajuan sistem keuangan Indonesia.
Wang juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perubahan global, khususnya di sektor perbankan yang tengah mengalami transformasi besar. Menurutnya, inovasi teknologi, termasuk kecerdasan buatan dan digitalisasi, menjadi kunci dalam memperkuat kapasitas sektor keuangan.
"Kami memberikan apresiasi atas pencapaian besar yang telah Anda raih untuk Indonesia sebagai sebuah negara. Kita hidup di dunia yang berubah dengan cepat. Sektor perbankan juga sedang dalam masa transisi," tutur Wang.
Lebih lanjut, pihaknya menyatakan optimisme terhadap peluncuran resmi QRIS lintas negara ini. China, kata Wang, siap memperluas partisipasi dengan melibatkan lebih banyak bank dan institusi pembayaran guna meningkatkan adopsi sistem tersebut di masa depan.
"Kami menantikan peluncuran resmi QRIS dan akan terus memperluas partisipasi serta penerimaan, dengan melibatkan lebih banyak bank dan institusi pembayaran. Jadi kami sangat bersemangat dengan apa yang akan dibawa oleh masa depan bagi kita semua," tutupnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar