Periskop.id - Mantan atlet wushu Indonesia Lindswell Kwok kini menjalani peran baru sebagai pelatih tim nasional wushu Indonesia untuk nomor taichi. Peraih medali emas Asian Games 2018 itu ikut mempersiapkan atlet-atlet Merah Putih menuju Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.
Lindswell mengatakan, pengalaman panjangnya sebagai atlet membuat ia memahami, pembinaan atlet tidak cukup hanya mengandalkan latihan fisik dan teknik. Menurut dia, pelatih juga perlu membangun komunikasi yang baik agar disiplin dalam latihan dapat diterima sebagai bagian dari proses mengejar prestasi.
"Kebetulan saya dulu selalu mendapat pelatih yang senior semua, jadi benar-benar disiplin dan fokus kepada pertandingan serta latihan yang mengarah ke pertandingan. Tidak ada ego besar sebagai pelatih, yang diutamakan adalah prestasi atlet," kata Lindswell di Jakarta, Jumat (12/6).
Lindswell dikenal sebagai salah satu atlet wushu terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Ia meraih medali emas Asian Games 2018 dari nomor Taijiquan-Taijijian putri dan lama dijuluki sebagai “Ratu Wushu” karena konsistensi prestasinya di tingkat internasional.
Kini, setelah pensiun sebagai atlet, Lindswell membawa pengalaman itu ke ruang latihan. Ia tidak hanya mengajarkan gerakan, teknik, dan detail nomor taichi, tetapi juga mencoba membentuk mental atlet agar siap menghadapi tekanan pertandingan besar.
Menurut Lindswell, atlet masa kini perlu memiliki ketangguhan mental yang kuat. Dalam olahraga prestasi, kritik dari pelatih atau evaluasi setelah latihan harus dipahami sebagai bagian dari proses perbaikan, bukan sebagai serangan pribadi.
"Seorang atlet itu butuh mental yang sangat tough. Kita harus menerima kritik, kemudian mengolah mana yang benar, mana yang perlu dikembangkan, dan mana yang cukup diketahui saja," ujar Lindswell.
Ia menilai, tantangan atlet saat ini berbeda dengan generasi sebelumnya. Di era media sosial, isu kesehatan mental semakin banyak dibicarakan dan atlet lebih mudah mendapat sorotan publik. Komentar, kritik, dan tekanan bisa datang bukan hanya dari pelatih atau lawan, tetapi juga dari ruang digital.
Meski demikian, Lindswell menegaskan ketangguhan mental tetap menjadi fondasi penting dalam olahraga prestasi. Menurut dia, atlet perlu belajar menyaring kritik, menjaga fokus, dan tetap memahami tujuan utama latihan, yakni meraih hasil terbaik dalam pertandingan.
Lindswell mencontohkan banyak atlet generasi sebelumnya tetap berjuang meski fasilitas, perhatian, dan penghargaan belum sebesar yang diterima atlet saat ini. Bagi mereka, prestasi bukan hanya soal hadiah, tetapi juga kebanggaan pribadi, keluarga, dan negara.
"Mereka tetap berjuang untuk diri sendiri. Ketika menjadi juara, itu menjadi kebanggaan bagi keluarga, negara, dan dirinya sendiri," kata dia.
PB Wushu
Dalam perannya sebagai pelatih, Lindswell yang juga duduk di Komisi Atlet Pengurus Besar Wushu Indonesia masa bakti 2026-2030 menempatkan komunikasi sebagai kunci pembinaan. Ia memahami bahwa batas antara disiplin dan terlalu keras kadang terlihat tipis bagi atlet.
Karena itu, komunikasi antara pelatih dan atlet perlu dibangun sejak awal. Pelatih harus mampu menjelaskan tujuan latihan, sementara atlet juga perlu berani menyampaikan kondisi atau kendala yang dihadapi dengan cara yang tepat.
"Yang penting itu komunikasi. Pelatih senior yang terlihat keras sebenarnya kuncinya adalah komunikasi. Saya dulu juga pernah mendengar teman-teman mengeluhkan pelatih yang terlalu disiplin, tetapi saya memilih mencari jalan tengah dan berkomunikasi dengan pelatih," tutur Lindswell.
Pengalaman sebagai atlet membuat Lindswell memahami dua sisi hubungan tersebut. Ia pernah berada di posisi sebagai atlet yang menerima arahan keras, tetapi juga merasakan manfaat dari disiplin yang konsisten. Kini, sebagai pelatih, ia berusaha menjaga agar tuntutan prestasi tidak memutus ruang dialog dengan atlet.
Menurut Lindswell, pelatih yang baik akan tetap membuka diri terhadap masukan atlet selama disampaikan secara tepat. Dengan komunikasi yang sehat, proses latihan dapat berjalan lebih efektif karena atlet memahami alasan di balik setiap instruksi.
"Ketika komunikasi antara pelatih dan atlet berjalan baik, semuanya juga akan berjalan lebih baik," kata pemilik 21 medali emas wushu sepanjang kariernya itu.
Peran Lindswell menjadi penting karena nomor taichi membutuhkan ketenangan, konsentrasi, ketepatan gerak, dan penguasaan ritme. Dalam wushu taolu, kualitas teknik tidak hanya dinilai dari kekuatan, tetapi juga keseimbangan, ekspresi, keluwesan, stabilitas, dan detail gerakan.
Sebagai mantan atlet nomor taichi, Lindswell memiliki pengalaman langsung menghadapi tekanan kompetisi. Ia pernah berada di panggung tertinggi Asian Games dan memahami bagaimana menjaga fokus saat tampil di hadapan publik besar.
Pada Asian Games 2018 di Jakarta, Lindswell meraih emas setelah mengumpulkan total nilai 19,50 dari nomor Taijiquan dan Taijijian putri. Capaian itu menjadi salah satu momen penting bagi kontingen Indonesia karena wushu menyumbang emas pada awal penyelenggaraan Asian Games.
Dimensi Regenarasi
Kembalinya Lindswell ke timnas sebagai pelatih juga memberi dimensi regenerasi dalam wushu Indonesia. Atlet-atlet muda tidak hanya belajar dari instruksi teknis, tetapi juga dari pengalaman seseorang yang pernah melewati proses panjang sebagai atlet elite.
Asian Games 2026 akan digelar di Aichi-Nagoya, Jepang. Ajang tersebut menjadi target penting bagi banyak cabang olahraga Indonesia, termasuk wushu, yang selama ini kerap menjadi salah satu sumber medali di level Asia.
Bagi Lindswell, persiapan menuju Asian Games bukan hanya soal mengejar medali, tetapi juga membentuk karakter atlet. Ia ingin atlet memiliki kedisiplinan, keberanian menerima kritik, kemampuan berkomunikasi, serta mental yang tidak mudah runtuh ketika menghadapi tekanan.
Dengan pengalaman sebagai juara Asia, Lindswell membawa standar tinggi ke timnas wushu Indonesia. Namun, standar itu ia coba bangun bukan dengan ego pelatih, melainkan melalui komunikasi dan orientasi pada prestasi atlet.
Peran baru Lindswell menjadi bukti bahwa karier seorang atlet tidak berhenti setelah pensiun dari arena pertandingan. Pengetahuan, pengalaman, dan mental juara yang dimiliki mantan atlet dapat menjadi modal penting untuk membangun generasi berikutnya.
Jika proses pembinaan berjalan konsisten, kehadiran Lindswell di tim pelatih nomor taichi diharapkan dapat membantu atlet Indonesia tampil lebih matang di Asian Games 2026. Dari arena sebagai “Ratu Wushu”, kini ia mengambil peran di balik layar untuk menjaga tradisi prestasi wushu Indonesia.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar