Periskop.id - Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin melaporkan lebih dari 400 drone Ukraina menyerbu wilayah ibu kota Rusia itu dalam semalam. Mayoritas UAV tersebut diklaim berhasil dilumpuhkan sebelum mencapai target.

Sobyanin menerangkan, sebagian besar drone dihantam pasukan pertahanan udara pada jarak yang jauh dari kota. Ia menambahkan, puluhan unit lainnya baru berhasil dijatuhkan saat sudah mendekati Moskow.

Menurutnya, sebanyak 85 UAV dihancurkan tepat ketika drone-drone tersebut mendekati wilayah ibu kota Rusia.

"Dari pukul 20.30 hingga 05.00, lebih dari 400 drone musuh terbang ke arah wilayah Moskow. Sebagian besar dilumpuhkan oleh pasukan pertahanan udara pada jarak yang jauh. 85 UAV dihancurkan saat mendekati Moskow," tulis Sobyanin di platform MAX yang didukung pemerintah Rusia, Senin (20/7).

Secara terpisah, kantor berita negara Rusia TASS melaporkan adanya korban luka akibat ledakan di wilayah Moskow pada hari yang sama. Sejumlah korban dilarikan ke fasilitas medis setempat untuk mendapat perawatan.

Belum jelas apakah cedera tersebut berkaitan langsung dengan gelombang serangan drone Ukraina malam itu.

Lokasi kejadian berada di Domodedovo, kawasan di selatan Moskow yang juga menjadi lokasi bandara internasional pelayanan ibu kota Rusia.

Militer Ukraina dalam beberapa bulan terakhir tercatat meningkatkan intensitas serangan ke wilayah Rusia. Langkah itu digambarkan sebagai bentuk pembalasan atas gempuran Rusia terhadap wilayah Ukraina yang sudah berlangsung lebih dari empat tahun.

Ketegangan di front udara pun kian meningkat seiring eskalasi serangan lintas batas dari kedua belah pihak.

"Enam orang dengan luka ledakan dengan tingkat keparahan yang berbeda telah dibawa ke Rumah Sakit Domodedovo, tiga di antaranya warga negara asing," kata pihak Rumah Sakit Domodedovo dalam pernyataan yang dikutip TASS.