banner-sheroes-yoga
Internasional

Mewah, Biaya Perang AS Lawan Iran Tembus Rp670 Triliun

Kantor Anggaran Kongres AS melaporkan ongkos perang melawan Iran sudah tembus US$38 miliar dan berpotensi terus membengkak tiap bulan.

AS-Israel vs Iran, Siapa Lebih Kuat? Ini Data Kekuatan Militer dan Nuklirnya
Ilustrasi perang AS-Israel vs Iran. Ilustrasi dihasilkan oleh AI.
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Kantor Anggaran Kongres (CBO) Amerika Serikat melaporkan biaya perang melawan Iran sudah menembus US$38 miliar atau setara Rp670 triliun hingga 1 Agustus 2026. Lembaga nonpartisan itu memperingatkan, angka tersebut bisa terus membengkak selama konflik berlanjut.

CBO menyebutkan, ongkos militer tersebut mencakup pengeluaran untuk amunisi, peralatan tempur, hingga bahan bakar selama enam bulan pertempuran berlangsung. Jika perang terus berlanjut, tambahan biaya diperkirakan mencapai US$3 miliar setiap bulan.

"Hingga 1 Agustus 2026, konflik bersenjata dengan Iran telah menelan biaya sekitar US$38 miliar," kata CBO dalam laporannya, dilansir dari CNA, Rabu (16/9).

Dari total biaya tersebut, penggantian amunisi menjadi komponen pengeluaran terbesar. Nilainya mencapai US$21,7 miliar hingga awal Agustus, jauh melampaui pos anggaran lain seperti peralatan dan logistik bahan bakar.

Besarnya alokasi untuk amunisi mencerminkan intensitas serangan yang dilancarkan militer AS selama masa konflik. Semakin lama perang berlangsung, semakin besar pula kebutuhan pasokan senjata yang harus diganti.

Perang antara Amerika Serikat bersama Israel melawan Iran dimulai pada Februari 2026. Konflik tersebut kini sudah memasuki bulan keenam tanpa tanda-tanda segera berakhir.

Proyeksi kenaikan biaya US$3 miliar per bulan dari CBO menjadi sinyal bahwa beban anggaran militer AS berpotensi terus bertambah. Estimasi itu belum memperhitungkan kemungkinan eskalasi baru di lapangan.

Laporan CBO ini muncul di tengah sorotan pasar keuangan global terhadap dampak konflik Timur Tengah. Ketegangan geopolitik kawasan tersebut juga sempat memengaruhi pergerakan harga minyak dunia dalam beberapa pekan terakhir.

Biaya perang yang terus meningkat berpotensi menambah tekanan pada anggaran pertahanan AS untuk tahun-tahun mendatang. Kongres AS diperkirakan bakal mempertimbangkan laporan ini dalam pembahasan anggaran militer berikutnya.

Hingga saat ini belum ada kepastian soal durasi konflik maupun total biaya akhir yang harus ditanggung militer AS. CBO menegaskan, angka US$38 miliar tersebut baru mencakup pengeluaran sampai 1 Agustus 2026.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai AS-Israel Serang Iran, dan perang iran dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.