periskop.id - Warren Buffett, CEO legendaris Berkshire Hathaway dikenal rutin memberikan hadiah Natal berupa uang tunai sebesar US$10.000 kepada anggota keluarganya.

Namun, kebiasaan itu akhirnya dihentikan setelah ia melihat bagaimana uang tersebut digunakan. Buffett kemudian menggantinya dengan hadiah yang menurutnya jauh lebih bernilai dan layak disimpan dalam jangka panjang.

Melansir Yahoo Finance, Kamis (25/12), mantan menantu perempuan Buffett, Mary Buffett yang pernah menikah dengan putra Buffett, Peter mengungkapkan dalam wawancara dengan ThinkAdvisor pada 2019 bahwa uang tunai US$10.000 yang diterima setiap tahun dari Buffett tidak pernah bertahan lama.

“Begitu kami sampai di rumah, uang itu langsung kami habiskan, whoo!” ujar Mary Buffett. Kebiasaan tersebut diyakini tidak membuat Buffett senang.

Buffett Mengganti Uang Tunai dengan Saham

Perubahan itu terjadi pada suatu Natal. Mary Buffett mengisahkan bahwa ia menerima sebuah amplop berisi surat dari Buffett. Alih-alih uang tunai, Buffett memberikan saham senilai US$10.000 dari sebuah perusahaan yang baru saja ia beli, yakni saham dalam sebuah trust Coca-Cola Co.

“Ia mengatakan kami boleh mencairkannya atau menyimpannya,” kata Mary Buffett.

Mary memilih untuk menyimpan saham tersebut. “Saya berpikir. Yah, saham ini nilainya lebih dari US$10.000. Jadi saya simpan, dan nilainya terus naik,” ujarnya.

Buffett, yang kini berusia 95 tahun, kemudian terus memberikan hadiah berupa saham kepada keluarganya pada tahun-tahun berikutnya. Salah satu contohnya adalah saham Wells Fargo, yang tercatat naik sekitar 33% sepanjang 2025 dan melonjak sekitar 221% dalam lima tahun terakhir.

Mary Buffett mengatakan ia bahkan meniru pilihan saham Buffett dan memilih untuk membeli lebih banyak karena ia yakin saham itu akan terus naik.

Tantangan Memberi Hadiah Balasan untuk Seorang Miliarder

Meski begitu, hadiah saham tersebut justru memunculkan persoalan baru. Apa yang pantas diberikan kembali kepada seorang miliarder?

Maty menyadari bahwa Warren itu sangat kaya. Artinya, dia tidak membutuhkan apa pun. Sebagai gantinya, ia menunjukkan laporan keuangan perusahaan musik miliknya kepada Buffett. Dia ingin menunjukkan kepadanya Buffett bahwa bisnis mereka berjalan dengan baik.

Uang Tunai Tetap Jadi Pilihan Hadiah Natal

Meski tidak semua orang mampu membagikan uang tunai atau saham senilai US$10.000 seperti Warren Buffett, hadiah berupa uang tetap menjadi pilihan umum saat Natal.

Survei AP-NORC yang dipublikasikan awal pekan ini menunjukkan sekitar 6 dari 10 orang dewasa di Amerika Serikat menilai hadiah berupa uang tunai atau kartu hadiah sebagai sesuatu yang sangat dapat diterima.

Sekitar dua pertiga responden berusia di bawah 45 tahun menyebut uang tunai sebagai hadiah yang sangat dapat diterima, dibandingkan dengan 55% responden berusia 45 tahun ke atas. Meski demikian, sebagian responden menilai hadiah uang tunai bisa terasa kurang personal, kecuali jika disertai dengan catatan atau pesan yang menunjukkan perhatian.