periskop.id - Warren Buffett menilai uang tunai tetap penting dalam portofolio investasi, namun bukan aset yang ideal untuk menghasilkan pertumbuhan jangka panjang.
Saat mengundurkan diri dari jabatan CEO Berkshire Hathaway pada akhir 2025, perusahaan tersebut tercatat memiliki lebih dari US$370 miliar dalam bentuk setara kas yang sebagian besar ditempatkan pada Treasury bills.
Dalam wawancara dengan Becky Quick di program “Warren Buffett: A Life and Legacy”, Buffett menjelaskan bahwa besarnya cadangan kas tersebut bukan karena ia semakin konservatif dalam berinvestasi. Menurutnya, ukuran portofolio Berkshire yang sangat besar membuat investasi yang dibutuhkan juga harus dalam skala sangat besar agar dapat memberikan dampak berarti.
“Ini lebih dipengaruhi kondisi eksternal… Percayalah, kalau setelah kita selesai ngobrol Anda berkata, ‘Saya punya ide investasi hebat senilai US$100 miliar,’ saya pasti akan langsung mengatakan, ‘Baik, mari kita bicarakan.’” kata Buffet, melansir CNBC, Senin (16/3).
Buffett mengatakan, ia sebenarnya lebih memilih menempatkan dana pada investasi produktif yang dapat menghasilkan keuntungan lebih besar dari waktu ke waktu. Meski kas tetap memberikan bunga, ia menilai aset seperti saham memiliki potensi pertumbuhan yang lebih baik karena dapat berkembang secara compounding dan melampaui laju inflasi.
“Pada level tertentu uang tunai memang diperlukan, tetapi kas bukanlah aset yang baik,” kata dia.
Ia mengibaratkan aset cash atau kas seperti oksigen dalam portofolio investasi. Aset tersebut mudah diperoleh dan penting untuk dimiliki, meskipun tidak terlalu menarik sebagai sumber pertumbuhan.
“Anda memang membutuhkan oksigen. Jika Anda tidak memilikinya selama empat atau lima menit saja, Anda akan langsung merasakannya. Kas juga seperti itu. Anda harus selalu memilikinya karena Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi,” kata Buffett.
Menurut Buffett, kas tetap diperlukan untuk memenuhi kewajiban perusahaan sekaligus sebagai cadangan dana yang siap digunakan ketika muncul peluang investasi atau akuisisi yang menarik. Dalam suratnya kepada pemegang saham tahun 2024, Buffett juga menegaskan bahwa sebagian besar dana investor Berkshire Hathaway akan tetap ditempatkan pada saham.
“Para pemegang saham Berkshire dapat yakin bahwa kami akan selalu menempatkan sebagian besar uang mereka pada ekuita, terutama saham Amerika, meskipun banyak di antaranya memiliki operasi internasional yang signifikan… Berkshire tidak akan pernah lebih memilih memiliki aset setara kas dibandingkan memiliki bisnis yang baik, baik yang sepenuhnya dimiliki maupun sebagian,” tulisnya.
Ia menambahkan bahwa sejarah menunjukkan inflasi tinggi dapat menggerus nilai uang tunai dan membuat obligasi tertinggal. Sebaliknya, bisnis yang dapat diinvestasikan biasanya mampu bertahan selama produk atau jasanya tetap dibutuhkan masyarakat.
Data yang dianalisis oleh Charles Schwab menunjukkan bahwa sejak Januari 1975 hingga Januari 2026, indeks S&P 500melonjak hampir 6.700%, jauh melampaui kenaikan Consumer Price Index sekitar 524% pada periode yang sama. Meski demikian, Buffett tetap menekankan pentingnya memiliki kas dalam jumlah tertentu karena tidak ada yang dapat memprediksi pergerakan pasar dalam jangka pendek.
“Saya mungkin sudah membaca setiap buku di perpustakaan umum, tetapi tetap tidak menemukan jawaban atas pertanyaan tentang apa yang akan dilakukan pasar saham minggu depan, bulan depan, atau tahun depan,” ujarnya.
Karena itu, para penasihat keuangan umumnya menyarankan investor untuk memiliki dana darurat setara tiga hingga enam bulan pengeluaran, agar tetap siap menghadapi situasi tak terduga tanpa harus mengganggu rencana investasi jangka panjang.
Tinggalkan Komentar
Komentar