Periskop.id - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mendorong Candi Jabung menjadi ekosistem budaya di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Hal tersebut diungkapkannya, saat melakukan kunjungan kerja ke candi tersebut, Minggu (25/1) petang.
Dalam peninjauan tersebut, Menbud mendapatkan paparan terkait proses revitalisasi Candi Jabung yang telah dilakukan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI. Ia kemudian berkeliling melihat langsung kondisi kawasan cagar budaya tersebut.
"Saya mengapresiasi revitalisasi Candi Jabung yang memiliki nilai sejarah, arsitektural dan budaya yang sangat tinggi," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Probolinggo, Senin (26/1).
Ia mengatakan, kawasan Candi Jabung itu relatif luas, sekitar 5 hektare dan memiliki nilai sejarah yang sangat penting. Revitalisasi yang dilakukan juga sudah sangat baik.
Fadli Zon menjelaskan, Candi Jabung merupakan peninggalan era Kerajaan Majapahit yang dibangun pada tahun 1276 Saka atau 1354 Masehi, pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk. Keberadaan candi ini juga disebut dalam Kitab Negarakertagama.
"Dari sisi arsitektur, Candi Jabung sangat unik karena menggunakan material bata, bukan batu andesit seperti kebanyakan candi di Jawa Timur. Itu menunjukkan perkembangan teknologi bangunan pada masa Majapahit serta akulturasi Hindu, Buddha dan kepercayaan lokal,” tuturnya.
Menbud juga menekankan pentingnya pelestarian Candi Jabung dari berbagai ancaman, baik vandalisme maupun faktor alam, mengingat lokasinya yang berada di kawasan pesisir. Selain itu, ia mendorong pemanfaatan candi secara berkelanjutan sesuai amanat undang-undang.
“Kawasan Candi Jabung bisa dikembangkan sebagai ekosistem budaya, mulai dari festival seni, tradisi lokal, wisata sejarah, wisata religi hingga wisata kuliner khas Kabupaten Probolinggo,” imbuhnya.
Kunjungan Menbud Fadli Zon yang didampingi Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Endah Budi Heriyani, disambut oleh Bupati Probolinggo Mohammad Haris beserta Forkopimda dan Pemuka Penghayat Kepercayaan Dang Hyang Sambara Sagara.
Haris mengatakan, kunjungan tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian upaya penguatan dan revitalisasi situs budaya di Kabupaten Probolinggo. “Itu merupakan kunjungan lanjutan setelah sebelumnya kami bersama-sama meninjau kawasan Tengger dan Bromo hingga proses revitalisasi Museum Tengger," cetusnya.
Rencananya, Museum Tengger yang telah direvitalisasi akan diresmikan oleh Menbud pada Senin ini. Meskipun Candi Jabung berasal dari masa yang berbeda dengan budaya Tengger, seluruh peninggalan tersebut memiliki nilai penting sebagai bagian dari identitas budaya Kabupaten Probolinggo.
Haris berharap ada perbaikan atau revitalisasi agar situs-situs sejarah itu dapat dimanfaatkan dengan baik, sehingga Kabupaten Probolinggo memiliki satu sentra budaya yang bisa dipahami oleh seluruh masyarakat.
Terkait dorongan Menbud agar Candi Jabung dikembangkan sebagai destinasi wisata religi atau budaya, Haris mengatakan, setiap pusat kebudayaan harus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Setiap pusat budaya harus berdampak pada ekonomi masyarakat, terutama UMKM. Dengan meningkatnya kunjungan, UMKM bisa terlibat dan perekonomian masyarakat ikut berputar," ujarnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar