periskop.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan adanya pergeseran pola masyarakat dalam mengakses informasi kesehatan seiring dengan tingginya penetrasi internet, di mana topik imunisasi Human Papillomavirus (HPV) tercatat mendominasi perbincangan warganet di media sosial.
“Topik pembicaraan imunisasi di media sosial pada rentang 16–31 Oktober didominasi oleh imunisasi HPV dengan persentase sebesar 24% dari seluruh program imunisasi lainnya,” ujar Direktur Imunisasi Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Indri Yogyaswari dikutip Senin (22/12).
Kemenkes mencatat populasi digital Indonesia tumbuh pesat hingga tahun 2025. Sebanyak 229,4 juta penduduk kini telah terkoneksi internet, menjadikan ruang maya sebagai referensi utama dalam mencari berita maupun opini kesehatan.
Data menunjukkan platform berbasis video pendek, TikTok, merajai lalu lintas digital dengan porsi penggunaan mencapai 35,1%. Platform ini mengungguli Youtube yang berada di posisi kedua dengan 23,7%, disusul Meta Facebook (21,5%), Instagram (15,5%), dan Twitter yang hanya tersisa 0,5%.
Perilaku pengguna internet pun terpetakan dengan jelas. Sekitar 24,8% warganet menghabiskan waktu mereka khusus untuk bermedia sosial, sementara 15% lainnya fokus mencari berita atau informasi terkini.
Kondisi ini mengubah media sosial menjadi arena utama pertukaran opini publik. Berbagai kebijakan pemerintah, termasuk program kesehatan, kini langsung mendapat respons cepat di kolom komentar maupun konten video.
Tingginya atensi terhadap imunisasi HPV dinilai sejalan dengan agenda nasional. Pemerintah memang tengah gencar memperluas cakupan vaksinasi ini sebagai tameng utama pencegahan kanker serviks pada anak dan remaja.
Kemenkes melihat tren percakapan di dunia maya ini sebagai indikator positif. Hal tersebut menandakan kesadaran publik terhadap isu kesehatan preventif semakin terbentuk, terutama di kalangan generasi muda yang melek digital.
Namun, derasnya arus informasi di platform seperti TikTok membawa tantangan validitas data. Kemenkes menekankan urgensi penyebaran konten yang akurat agar masyarakat tidak tersesat oleh informasi keliru atau hoaks seputar vaksin.
Indri menegaskan strategi komunikasi publik kini harus berbasis data dan masuk ke kanal-kanal yang relevan dengan masyarakat. Edukasi yang tepat sasaran diharapkan mampu mendongkrak partisipasi warga dalam program kesehatan nasional.
“Keberhasilan imunisasi memang membutuhkan dukungan seluruh pihak untuk terus menyuarakan pentingnya imunisasi. Sehingga, masyarakat juga aware mengenai manfaat imunisasi khususnya pada anak,” pungkas Indri.
Tinggalkan Komentar
Komentar