periskop.id - Fenomena gas ketawa atau laughing gas (Nitrous Oxide/N2O) belakangan ramai dibicarakan di media sosial. Isu ini bahkan mendapat perhatian serius dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kementerian Kesehatan karena maraknya penyalahgunaan di kalangan anak muda.

Gas ini kerap disalahgunakan untuk tujuan bersenang-senang, yakni dengan cara dihirup demi mendapatkan efek rasa senang atau euforia sesaat. Padahal, penggunaan seperti ini sangat berbahaya. 

Jika dilakukan sembarangan dan tanpa pengawasan medis, gas ketawa bisa memicu gangguan kesehatan serius dan dalam kondisi tertentu berisiko menyebabkan kematian mendadak. Jadi, sebenarnya apa itu nitrous oxide yang sering disebut sebagai gas ketawa?

Apa Itu Nitrous Oxide?

Nitrous oksida (N2O), yang lebih dikenal sebagai gas tertawa, adalah obat penenang dengan efek kerja singkat. Gas ini tidak berwarna, berbau sedikit manis, dan digunakan dengan cara dihirup melalui masker atau alat pernapasan khusus di hidung.

Sejak pertengahan abad ke-19, dokter dan dokter gigi sudah menggunakan nitrous oxide dalam praktik medis. Hingga sekarang, gas ini masih menjadi salah satu obat sedasi hirup yang paling sering dipakai. Alasannya karena efeknya muncul dengan cepat dan juga cepat hilang sehingga cocok digunakan untuk tindakan medis yang singkat atau ringan.

Efek Nitrous Oxide (Gas Tertawa)

Efek gas tertawa atau nitrous osida adalah membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks. Gas ini bekerja dengan memperlambat sistem saraf sehingga bisa menimbulkan rasa tenang, nyaman, dan perasaan senang. Karena itu, gas tertawa sering digunakan saat tindakan medis atau perawatan gigi untuk membantu mengurangi rasa cemas.

Meski disebut gas tertawa, efeknya tidak selalu membuat orang tertawa. Reaksi tiap orang bisa berbeda-beda. Gas ini juga tidak membuat pasien benar-benar tertidur sehingga masih bisa mendengar dan merespons arahan dari dokter atau tenaga medis.

Gas nitrous oksida bekerja cukup cepat. Dalam waktu sekitar 3-5 menit setelah dihirup, seseorang bisa merasakan:

  • Tubuh terasa lebih tenang
  • Perasaan santai dan rileks
  • Suasana hati menjadi lebih senang
  • Terkadang muncul keinginan tertawa kecil
  • Rasa euforia ringan
  • Pusing ringan
  • Sensasi kesemutan di tangan dan kaki
  • Tubuh terasa berat, seolah makin tenggelam di kursi atau tempat pemeriksaan

Efek ini umumnya bersifat sementara dan akan hilang setelah penggunaan dihentikan.

Dampak Nitrous Oxide bagi Kesehatan

Meski digunakan di dunia medis, nitrous oxide atau gas tertawa bisa berbahaya jika terpapar berlebihan atau digunakan sembarangan. Berikut dampaknya secara singkat dan mudah dipahami:

1. Gangguan Pernapasan

Menghirup gas nitrous oxide dalam jumlah banyak dapat membuat napas sesak dan oksigen dalam darah menurun. Akibatnya, tubuh bisa terasa lemas, pusing, hingga pingsan, terutama jika berada di ruangan tertutup tanpa ventilasi.

2. Penurunan Kesadaran

Gas tertawa atau nitrous oxide juga dapat menyebabkan pusing, mengantuk, dan sulit fokus. Jika berlebihan, seseorang bisa kehilangan kesadaran secara tiba-tiba yang sangat berbahaya saat beraktivitas.

3. Gangguan Saraf

Penggunaan berulang dapat merusak saraf, dengan gejala seperti kesemutan, tubuh terasa lemah, kaku, atau sulit menjaga keseimbangan. Dalam beberapa kasus, kerusakan ini bisa bersifat permanen.

4. Kekurangan Vitamin B12

Nitrous oxide dapat mengganggu kerja vitamin B12 yang penting bagi darah dan saraf. Dampaknya antara lain mudah lelah, anemia, hingga gangguan saraf jangka panjang.

5. Risiko pada Jantung

Kekurangan oksigen akibat gas nitrous oxide membuat jantung bekerja lebih keras. Hal ini bisa memicu gangguan irama jantung dan meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke, terutama pada orang dengan penyakit tertentu.

Paparan gas nitrous oxide juga bisa terjadi tanpa disengaja, misalnya karena ventilasi buruk atau kebocoran alat. Anak-anak, ibu hamil, dan orang dengan kondisi kesehatan khusus perlu ekstra waspada terhadap risiko ini.

Karena itu, penting untuk tidak menganggap gas ini aman jika digunakan di luar keperluan medis.

Siapa yang Tidak Dianjurkan Menggunakan Nitrous Oxide

Sedasi nitrous oxide (gas tertawa) umumnya aman digunakan dalam tindakan medis dan perawatan gigi, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Namun, ada beberapa kondisi yang membuat gas ini kurang cocok atau perlu dihindari.

Gas tertawa biasanya tidak dianjurkan untuk:

  • Anak di bawah usia 2 tahun
  • Orang dengan masalah pernapasan tertentu, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
  • Mereka yang sedang mengalami hidung tersumbat parah karena gas dihirup lewat hidung
  • Orang dengan kekurangan vitamin B12
  • Pasien dengan gangguan kejiwaan berat

Karena kondisi tiap orang berbeda, sebaiknya selalu berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan sebelum menggunakan sedasi gas tertawa agar keamanannya benar-benar terjamin.

Dan jika tidak benar-benar diperlukan, sebaiknya penggunaan nitrous oxide (gas tertawa) dihindari, terutama di luar keperluan medis. Penggunaan tanpa pengawasan tenaga kesehatan justru dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan dan tidak memberikan manfaat yang jelas.