Periskop.id - Laba bersih PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) tumbuh 51% menjadi Rp185,3 miliar untuk tahun buku 2025. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Rabu (29/5) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp74 miliar atau Rp29,1 per saham. Dividen tersebut mencerminkan payout ratio 40%, meningkat dari 35% di tahun sebelumnya.

Di tengah ketidakpastian pasar global dan regulasi yang semakin ketat pada 2025, IIF mencatat pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 44% menjadi Rp536 miliar. Adapun total aset meningkat 5% menjadi Rp15,4 triliun.

Presiden Direktur & CEO IIF Rizki Pribadi Hasan menuturkan, sebagian pertumbuhan didorong oleh penurunan cost of funds, sehingga Perseroan dapat menawarkan harga yang kompetitif bagi nasabah. “Selain itu, kami terus memperkuat manajemen risiko, berinvestasi pada pengembangan SDM, dan meluncurkan inisiatif produk baru. Hal ini membuat IIF tetap agile, tangguh, dan siap mendukung beragam kebutuhan sektor infrastruktur,” ujar Rizki dalam keterangannya, Senin (4/5).

RUPST juga menyetujui laporan tahunan dan laporan keuangan 2025 yang telah diaudit, serta penggunaan laba bersih Perseroan. Selain dividen, RUPST menyetujui pembayaran imbal hasil sebesar Rp27,7 miliar atas Surat Berharga Perpetual senilai Rp335,2 miliar yang diterbitkan pada 2023. Pembayaran imbal hasil akan dilakukan secara semesteran pada Juli 2026 dan Januari 2027.

Sekadar informasi, sepanjang 2025, IIF meraih sejumlah penghargaan dari institusi domestik dan internasional di bidang ESG, fundraising inovatif, pembiayaan proyek, dan sumber daya manusia. “Ke depan, IIF akan terus membangun kapabilitas dan berkolaborasi dengan lembaga keuangan, investor, serta pelaku usaha. Peran IIF adalah melengkapi perbankan dan pasar modal dalam pembiayaan infrastruktur,” tutur Rizki.

Memasuki 2026, IIF memperkuat dan mendiversifikasi sumber pendanaan. IIF telah memperoleh fasilitas pendanaan sebesar Rp1,3 triliun dari lembaga keuangan domestik dan internasional, juga menargetkan tambahan pendanaan hingga Rp5 triliun pada tahun ini.

Di sisi pembiayaan, IIF baru saja menandatangani komitmen pembiayaan sebesar Rp485,6 miliar untuk sektor infrastruktur kesehatan, dengan komitmen di sektor lain diharapkan terealisasi dalam beberapa bulan mendatang. Di sisi advisory, IIF telah memperoleh mandat baru dar klien, termasuk untuk membantu implementasi ESG berstandar internasional.