periskop.id - Persipura Jayapura kini berada di ambang pintu untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Super League musim 2026/2027. 

Pertandingan krusial pada pekan ke-27 Grup 2 Pegadaian Championship melawan Persiku Kudus yang dijadwalkan pada 3 Mei 2026 di Stadion Lukas Enembe (atau Mandala) akan menjadi penentu nasib skuad berjuluk Mutiara Hitam tersebut.

Lantas, skenario apa saja yang dibutuhkan Persipura untuk mengamankan tiket promosi? 

Klasemen Saat Ini: Persaingan Sengit dengan PSS Sleman

Hingga pekan ke-26, skuad asuhan pelatih Rahmad Darmawan menduduki posisi kedua klasemen sementara Grup 2 dengan koleksi 53 poin. 

Koleksi poin ini identik dengan rival utama mereka, PSS Sleman, yang berada di puncak klasemen. PSS Sleman berhak menduduki posisi pertama hanya karena keunggulan selisih gol yang lebih produktif (+31 gol) dibandingkan Persipura (+25 gol). 

Persaingan yang sangat ketat ini membuat penentuan tiket promosi otomatis harus ditentukan hingga peluit akhir di pekan pemungkas.

2 Skenario Promosi Persipura Jayapura ke Super League

Berdasarkan regulasi kompetisi, jalan Mutiara Hitam untuk kembali ke kasta tertinggi terbagi ke dalam dua skenario utama:

1. Jalur Promosi Langsung (Juara Grup 2) 

Tim yang keluar sebagai juara grup akan mendapatkan tiket promosi secara otomatis. Untuk meraih posisi ini, Persipura wajib mengalahkan Persiku Kudus dan di saat yang bersamaan berharap PSS Sleman terpeleset (meraih hasil seri atau kalah) saat menjamu PSIS Semarang. 

Jika PSS Sleman juga meraih kemenangan, maka Persipura harus bisa mencetak kemenangan sangat telak (dengan selisih lebih dari 6 gol) untuk bisa menggusur PSS dari puncak klasemen melalui keunggulan selisih gol.

2. Jalur Play-off Promosi (Runner-up Grup 2) 

Apabila gagal menyalip PSS Sleman, Persipura masih memegang kendali penuh untuk lolos melalui babak play-off. Sebagai runner-up grup, mereka hanya membutuhkan minimal hasil imbang (tambahan satu poin) saat melawan Persiku Kudus agar posisinya aman dari kejaran Barito Putera yang saat ini mengoleksi 50 poin. 

Jika masuk ke babak play-off, Ramai Rumakiek dan kawan-kawan akan dihadapkan dengan perwakilan kuat dari Grup 1, di mana lawan potensialnya adalah Garudayaksa FC atau Adhyaksa FC Banten.

Fokus Penuh Skuad Mutiara Hitam Tanpa Memikirkan Rival 

Menghadapi laga penentuan ini, Pelatih Persipura, Rahmad Darmawan, menegaskan kepada anak asuhnya untuk tidak bergantung pada pertandingan tim lain. 

Fokus utama tim adalah mengamankan poin penuh di kandang sendiri saat menjamu Persiku. 

Momentum positif usai membantai Persipal FC 5-0 pada pekan sebelumnya menjadi modal kepercayaan diri yang sangat besar bagi skuad yang mengusung filosofi "DNA Papua" ini.

Pertandingan melawan Persiku Kudus ini bukan sekadar akhir dari musim reguler, melainkan pintu gerbang untuk merestorasi dinasti Persipura Jayapura di jajaran elit sepak bola Indonesia. 

Mampukah Boaz Solossa dan skuad Mutiara Hitam kembali mengunci tempat di Super League musim depan?