periskop.id - Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan mengungkapkan, sebanyak belasan RT dan beberapa ruas jalan tergenang akibat banjir Rob di Jakarta Utara.

“BPBD mencatat saat ini (Kamis, 4/12, pukul 15.00 WIB), terdapat 16 RT dan 2 ruas jalan tergenang di Jakarta Utara,” kata Yohan, dalam keterangan resminya, Kamis (4/12).

Adapun, daerah-daerah di Jakarta Utara yang terdampak banjir Rob, yaitu: 

  1. Kelurahan Pulau Harapan, Kepulauan Seribu Utara (10 RT) dengan ketinggian 10 cm akibat Rob. Saat ini, situasi masih dalam penanganan.
  2. Kelurahan Pulau Pari, Kepulauan Seribu(3 RT) dengan ketinggian 10-20 cm akibat Rob. Saat ini, situasi masih dalam penanganan.
  3. Kelurahan Pluit, Kota Jakarta Utara (3 RT) dengan ketinggian 10-50 cm akibat Rob. Saat ini, situasi masih dalam penanganan. 

Selain itu, BPBD juga mencatat dua ruas jalan yang masih tergenang banjir Rob. Dua jalan itu berada di Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu.

  1. Jalan Magot dan Elbok RT 004 RW 03 dengan ketinggian 15 cm. Saat ini, situasi masih dalam penanganan.
  2. Depan Puskesmas dan samping Lapangan Futsal RT 001 RW 03 dengan ketinggian 10 cm. Saat ini, situasi masih dalam penanganan.

Sementara itu, Yohan menyampaikan, ada jalan tergenang yang sudah surut, yaitu Jalan RE. Martadinata RT 001 RW 012 (Depan JIS), Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Yohan mengungkapkan, berdasarkan informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok tentang Peringatan Dini Banjir Pesisir (Rob) tanggal 1-10 Desember 2025, ada fenomena pasang maksimum air laut bersamaan dengan fenomena fase Bulan Purnama dan Perigee (Supermoon).

“Fenomena ini berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum berupa banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir utara Jakarta,” tutur Yohan.

Fenomena itu menyebabkan kenaikan Pintu Air Pasar Ikan Bahaya/Siaga 1, Kamis (4/12) Pukul 07.00 WIB. Akibatnya, terjadi beberapa genangan di wilayah DKI Jakarta.

Yohan mengatakan, pihaknya menugaskan personel untuk mengawasi kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama para lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas.

“Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat,” ungkap Yohan.

BPBD Jakarta juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan.