Periskop.id - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya akan memberlakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah lokasi, saat malam pergantian tahun di DKI Jakarta. Hal ini terkait dengan delapan panggung untuk merayakan Tahun Baru 2026 yang tersebar dari Bundaran Patung Kuda sampai Bundaran Senayan. 

"Karena itu, nanti ada beberapa rekayasa lalu lintas yang akan kita lakukan,” kata Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Robby Hefados di Jakarta, Sabtu (27/12).  

Pada malam bebas kendaraan (car free night), rekayasa lalu lintas akan dimulai pukul 18.00 WIB hingga 02.00 WIB di Jalan Sudirman hingga Jalan MH Thamrin. “Jadi penutupan arus lalu lintas dari Bundaran Patung Kuda sampai Bundaran Senayan,” tuturnya. 

Selama berlangsung rekayasa lalu lintas, pihaknya juga akan menyiapkan 1.500 personel gabungan dengan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) wilayah. Kemudian di malam pergantian tahun, pihaknya akan melibatkan hampir 800 personel. "Bergabung nanti dengan jajaran kewilayahan, dengan Polres,” kata Robby.

Selain menerapkan rekayasa lalu lintas, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengatasi parkir liar. Ditlantas Polda Metro Jaya akan menggandeng Dinas Perhubungan dan juga pihak terkait terkait termasuk Satpol PP, untuk upaya-upaya maksimal dalam penertiban parkir yang berada di sekitar lokasi pada malam Tahun Baru 2026.

"Terutama pada jalan-jalan yang terdampak kepadatan pada saat malam pergantian tahun,” ungkap Robby.

Destinasi Wisata
Sebelumnya, Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyiapkan sejumlah langkah pengaturan dan rekayasa lalu lintas. Hal ini untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat di beberapa destinasi wisata selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

"Untuk pengaturan lalu lintas tentu karena ini terkait dengan Natal dan Tahun Baru, maka kami mengantisipasi pada kawasan-kawasan wisata di Jakarta," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo saat ditemui di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Selasa (23/12). 

Pengaturan tersebut difokuskan pada kawasan-kawasan wisata yang diperkirakan mengalami lonjakan pengunjung. Syafrin menyebutkan, pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara situasional dengan melihat perkembangan kondisi di lapangan.

Sejumlah destinasi wisata utama di Jakarta menjadi perhatian khusus. Di antaranya, Taman Margasatwa Ragunan, Monumen Nasional (Monas), Ancol, Pantai Indah Kapuk (PIK), Taman Mini Indonesia Indah (TMII) hingga kawasan Kota Tua.

"Pengaturannya bersifat situasional, termasuk kemungkinan penutupan atau pengalihan arus lalu lintas dengan melihat perkembangan di lapangan," ujar Syafrin.

Di kawasan Taman Margasatwa Ragunan, misalnya, Dishub DKI akan memberlakukan rekayasa lalu lintas, berupa sistem satu arah apabila terjadi kepadatan kendaraan, khususnya pada pagi hari. Rekayasa tersebut dilakukan untuk memperlancar arus kendaraan yang menuju lokasi wisata.

"Misalnya untuk Ragunan, jika terjadi kepadatan pada pagi hari, biasanya kita tetapkan sistem satu arah masuk ke Taman Ragunan. Dari TB Simatupang akan diberlakukan satu arah menuju Ragunan," ucapnya. 

Sementara itu, pada sore hari saat arus kepulangan pengunjung meningkat, Dishub DKI akan menerapkan sistem satu arah dari Taman Ragunan menuju arah utara. Dengan skema tersebut, kendaraan diarahkan masuk ke TB Simatupang agar arus lalu lintas tetap lebih lancar dan tidak terjadi penumpukan.

"Pada saat sore hari, dari Taman Ragunan ke arah utara akan diberlakukan satu arah, sehingga masuk ke TB Simatupang itu lebih mudah dan lancar," ungkapnya. 

Pengaturan serupa juga akan diterapkan di kawasan wisata lainnya di Jakarta, menyesuaikan dengan karakteristik wilayah dan kondisi kepadatan kendaraan. Syafrin memastikan petugas akan disiagakan di lapangan untuk melakukan pengaturan lalu lintas secara langsung.