periskop.id - Upaya menjaga keselamatan warga Jakarta Selatan dari ancaman pohon tumbang terus dilakukan sepanjang tahun 2025. Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Sudin Tamhut) mencatat sebanyak 19.972 pohon telah dipangkas dalam kurun Januari hingga Desember. Langkah ini menjadi bagian dari mitigasi risiko akibat cuaca ekstrem yang semakin sering melanda ibu kota.

Kepala Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Selatan, Herlina Merinda, menegaskan bahwa kegiatan pemangkasan dilakukan secara rutin. 

“Pemangkasan dilakukan secara rutin dan berdasarkan hasil monitoring lapangan, laporan warga, serta hasil penilaian kondisi pohon,” ujarnya dilansir dari Antara, Rabu (7/1).

Dari total pemangkasan, sebanyak 9.466 pohon masuk kategori sedang, 5.878 kategori berat, dan 2.461 kategori ringan. Selain itu, terdapat 1.435 pohon yang harus ditebang karena kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk dipertahankan. Sepanjang tahun, Sudin juga menangani 732 kasus pohon tumbang yang terjadi di berbagai wilayah Jakarta Selatan.

Data menunjukkan bulan Juli 2025 menjadi periode dengan jumlah pemangkasan tertinggi, yakni 2.042 kegiatan. Disusul Februari dengan 1.871 kegiatan dan Oktober sebanyak 1.786 kegiatan. Angka ini mencerminkan intensitas pemangkasan yang meningkat seiring kondisi cuaca ekstrem yang kerap terjadi di pertengahan tahun.

Secara wilayah, Kecamatan Pasar Minggu mencatat jumlah pemangkasan terbanyak dengan 1.837 pohon. Pancoran menyusul dengan 1.778 pohon, sementara Jagakarsa mencapai 1.605 pohon. Ketiga wilayah ini dikenal memiliki banyak pepohonan besar yang berpotensi membahayakan bila tidak dirawat secara berkala.

Fenomena pohon tumbang bukan hal baru di Jakarta. Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, sepanjang 2025 terjadi ratusan insiden pohon tumbang yang sebagian besar dipicu hujan deras disertai angin kencang. Kondisi ini sejalan dengan laporan BMKG yang menyebutkan bahwa intensitas hujan ekstrem di Jakarta meningkat 15% dibandingkan tahun sebelumnya.

Sudin Tamhut Jakarta Selatan mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan pohon yang terlihat rawan, miring, atau berpotensi membahayakan lingkungan sekitar. 

“Kami berharap warga turut berperan dalam pencegahan dengan segera melaporkan pohon yang terlihat tidak sehat,” kata Herlina.

Selain itu, warga juga diingatkan agar lebih waspada saat melintas di bawah pepohonan, terutama ketika hujan deras dan angin kencang. Menghindari parkir kendaraan di bawah pohon besar yang kondisinya tidak sehat menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi risiko kerugian.