periskop.id – Insiden kepulan uap tebal berwarna oranye yang membumbung tinggi dari kawasan industri Cikuasa, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, dipastikan bukan disebabkan oleh kebocoran pipa maupun tangki penyimpanan bahan kimia.

Kepulan uap disebut akibat reaksi kimiawi sisa material saat proses pembersihan instalasi.

“Seperti sama-sama kita ketahui, ada kepulan uap berwarna oranye yang sempat viral di masyarakat. Kami bersama wakapolres langsung meninjau ke lokasi, berkomunikasi dengan manajemen, dan melakukan sidak langsung ke titik kejadian atau TKP,” kata Wali Kota Cilegon Robinsar saat memberikan keterangan pers, Minggu (1/2), seperti dilansir Antara.

Robinsar menegaskan bahwa situasi di lapangan kini telah sepenuhnya terkendali. Berdasarkan hasil inspeksi mendadak hingga Minggu siang, pemerintah daerah memastikan tidak ada lagi residu uap yang keluar dari area pabrik tersebut.

Kekhawatiran masyarakat mengenai potensi kebocoran infrastruktur vital industri pun ditepis. Hasil klarifikasi teknis menunjukkan bahwa seluruh instalasi utama, baik pipa penyalur maupun tangki penampungan, dalam kondisi baik dan tidak mengalami kerusakan.

Wali Kota menjelaskan fenomena visual yang mencolok tersebut murni terjadi akibat reaksi pencampuran zat sisa. Hal ini terjadi di wadah penampungan material residu, bukan pada jalur produksi utama.

“Uap kuning itu pun akibat dari penampungan sisa-sisa material. Ada reaksi di situ. Jadi percampuran mungkin ada base oil dan juga ada bahan asam nitrat yang bercampur, sehingga akhirnya muncul uap kuning tersebut,” paparnya.

Penjelasan teknis lebih mendalam disampaikan oleh Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga. Menurutnya, kepulan asap terjadi saat petugas melakukan prosedur pembersihan pipa (cleaning) menggunakan gas nitrogen.

Gas nitrogen didorong untuk mengalirkan sisa cairan asam nitrat menuju scrubber. Cairan tersebut kemudian bertemu dengan base oil di dalam wadah penampungan sementara, yang memicu reaksi kimia instan saat wadah dibuka.

“Sebenarnya bukan tangki penyimpanan atau pipa yang bocor, akan tetapi karena adanya proses reaksi kimia dari cairan asam nitrat yang dialirkan dengan cara didorong menggunakan gas nitrogen,” terang Kapolres.

Meski dinyatakan aman secara teknis, dampak kesehatan bagi warga sekitar tetap menjadi prioritas utama. Sejumlah warga yang sempat mengeluhkan gangguan pernapasan dilaporkan telah pulih setelah mendapatkan penanganan medis di puskesmas setempat tanpa perlu dirujuk ke rumah sakit.

Pemerintah daerah tetap mengambil langkah preventif lanjutan. Sampel darah warga yang terdampak telah diambil untuk dianalisis di rumah sakit guna memastikan tidak ada efek jangka panjang yang membahayakan tubuh.

Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon telah memasang alat pemantau kualitas udara di empat titik strategis. Robinsar juga mendesak perusahaan terkait, khususnya PT Vopak, untuk mengevaluasi dan meningkatkan Standar Operasional Prosedur (SOP) agar insiden serupa tidak terulang.