Periskop.id - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Muhammad Al Fatih menilai, bazar takjil selama Ramadan berpotensi menjadi destinasi ikonik di Jakarta yang dinanti masyarakat. Menurut nya, potensi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) takjil selama Ramadan di Jakarta sangat besar dan tidak dapat dipandang sekadar sebagai aktivitas ekonomi musiman.
“Ini penting, agar Ramadan di Jakarta punya ciri khas ekonomi kerakyatan yang kuat sekaligus efektif mendorong promosi UMKM lokal,” kata Al Fatih dalam keterangan di Jakarta, Minggu (22/2).
Untuk itu, dia mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, agar mengemas kegiatan bazar Ramadan secara lebih terstruktur dan berkonsep. Konsep bazar yang terkurasi dan nyaman, kata dia, dapat memberikan nilai tambah, baik bagi pelaku usaha maupun pengunjung.
Selain itu, penataan lokasi berjualan, peningkatan kualitas produk, serta dukungan fasilitas yang memadai juga dinilai penting. Hal ini agar pelaku UMKM tidak hanya menikmati keuntungan jangka pendek, tetapi juga memiliki peluang untuk terus berkembang secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, Al Fatih menuturkan selain mendorong perputaran ekonomi, bazar Ramadan yang tertata rapi juga dapat memperkuat identitas Jakarta sebagai kota dengan ekonomi kerakyatan yang dinamis.
Dengan langkah penataan yang tepat, penguatan konsep bazar, serta dorongan digitalisasi, dia meyakini Ramadan dapat menjadi momentum strategis, untuk memperkuat daya saing dan keberlanjutan UMKM di ibu kota.
“Dengan digitalisasi, jangkauan pasar lebih luas, transaksi lebih praktis, pencatatan usaha lebih rapi, UMKM bisa lebih berdaya saing, tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga setelahnya,” ungkap Al Fatih.
Festival Kuliner
Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengagendakan kegiatan Festival Kuliner yang berlangsung pada Maret 2026 dalam memeriahkan momen Ramadan 1447 Hijriah/2026.
"Tahun ini, Pemprov DKI melalui Dinas Parekraf akan melaksanakan Festival Kuliner. Untuk tanggalnya, masih didiskusikan, rencana tanggal 7-8 Maret 2026," kata Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta Puji Astuti saat dihubungi di Jakarta, Minggu.
Akan tetapi, Puji belum dapat menginformasikan secara rinci terkait lokasi, waktu, dan jenis kuliner yang akan dihadirkan dalam festival tersebut. Sebelumnya, pada 2025, Pemprov DKI pernah menggelar Pasar Kreatif di lima wilayah kota administrasi di Jakarta yang menjadi pilihan bagi warga untuk ngabuburit, khususnya saat akhir pekan.
Pasar Kreatif itu pun menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang diadakan Pemprov DKI selama Ramadhan dan Lebaran 1446 Hijriah di Jakarta. Kegiatan tersebut berlangsung pada pukul 15.00-20.00 WIB di Taman Lapangan Banteng (Jakarta Pusat), Tebet Eco Park (Jakarta Selatan), Taman Cempaka (Jakarta Timur), Taman Wijaya Kusuma (Jakarta Barat), Taman Gorontalo (Jakarta Utara) serta Jalan Lada dan Jalan Ketumbar di Kawasan Kota Tua.
Kategori produk yang dihadirkan dalam kegiatan itu sebagian besar merupakan kebutuhan selama Ramadan dan Lebaran, seperti kuliner, kriya dan fesyen.
Khusus untuk fesyen, Pemprov DKI bekerja sama dengan Perumda Pasar Jaya, untuk menghadirkan Pojok Tanah Abang yang terdiri dari sejumlah pedagang fesyen dari Pasar Tanah Abang. Konsep kegiatan tersebut di setiap lokasi hampir sama, yaitu diwarnai dengan pertunjukan musik dan budaya, serta kuliah tujuh menit (kultum) menjelang Maghrib.
Tinggalkan Komentar
Komentar