Periskop.id - Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) Provinsi DKI Jakarta mencatat cakupan layanan air bersih di wilayah Jakarta mencapai 81,49% hingga 31 Maret 2026.

"Jumlah ini meningkat signifikan sebesar 13,82% jika dibandingkan dengan kuartal I tahun 2025 yang sebesar 71,59%," kata Kepala BP BUMD DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat di Balai kota, Jakarta, Jumat (17/4). 

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan cakupan layanan air bersih di ibu kota mencapai 100% pada 2029, atau setidaknya 90% pada 2026. Peningkatan juga terjadi pada jumlah sambungan, yang hingga kuartal 1-2026 mencapai 1.223.759, atau meningkat sebanyak 241.537 sambungan dibandingkan dengan kuartal I-2025 yang hanya 982.222 sambungan.

"Kemudian, untuk pelanggan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) 2A1 dan 2A2 ini tetap diberikan keringanan melalui program kartu air sehat, totalnya sebanyak 394.842 pelanggan, atau 32,2% dari keseluruhan pelanggan," ungkap Syaefuloh. 

Sementara itu, total panjang pipa air PAM hingga kuartal I-2026 mencapai 12.839.307 kilometer (km), atau bertambah 4.096 km dibandingkan dengan akhir Desember 2025.

Syaefuloh juga menyampaikan terkait implementasi pemasangan pemurni air atau water purifier untuk fasilitas umum, sudah mencapai 601 unit, atau bertambah 80 unit selama periode Januari-Maret 2026. Capaian lainnya yang juga dikemukakan, yaitu mengenai cakupan layanan air limbah, yang sudah mencapai 27,78%.

"Kami targetkan pada akhir tahun 2030, layanan mencapai 51,36 %, dan untuk peningkatan penambahan kapasitas, terus dilakukan pembangunan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), salah satunya adalah IPAL TB Simatupang," ungkapnya.

Percepatan Akses 100% 
Sebelumnya, PAM Jaya berkomitmen untuk mempercepat realisasi akses 100% layanan air bersih di Jakarta, lewat sejumlah langkah strategis. 

“Percepatan layanan air perpipaan menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan lingkungan dan kebutuhan masyarakat Jakarta,” kata Direktur Strategis & Bisnis PAM JAYA Anugrah Esa baru-baru ini. 

Ia menegaskan, target PAM Jaya adalah memastikan seluruh warga Jakarta mendapatkan akses air perpipaan yang layak pada 2029. Ia menambahkan, percepatan ini tidak hanya berkaitan dengan pelayanan publik, tetapi juga mendukung pencapaian target global Sustainable Development Goals (SDGs) atau program pembangunan berkelanjutan khususnya akses air bersih dan sanitasi.

Selain itu, penggunaan air perpipaan diharapkan mampu menekan eksploitasi air tanah yang selama ini menjadi penyebab utama penurunan muka tanah di Jakarta.

Ia menjelaskan, untuk mencapai target 2029 PAM Jaya menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain memperluas cakupan layanan hingga menjangkau seluruh wilayah Jakarta. Kemudian menambah sekitar dua juta pelanggan baru dan melakukan revitalisasi jaringan pipa secara bertahap.

Pihaknya juga melakukan inovasi seperti water purifier dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Menurut dia dengan berbagai upaya tersebut, PAM JAYA optimistis target layanan air bersih 100% dapat tercapai lebih cepat dari rencana awal.

“Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan di Jakarta,” imbuhnya. 
Ia mengatakan, satu inovasi yang diperkenalkan adalah penggunaan teknologi penyaring air atau water purifier.

Menurutnya, air hasil olahan dari instalasi PAM Jaya sebenarnya telah memenuhi standar air minum sesuai regulasi Kementerian Kesehatan. Namun, faktor usia pipa yang sudah tua menyebabkan kualitas air bisa menurun saat sampai ke rumah pelanggan.

Water purifier ini menjadi solusi perantara dan dengan alat tersebut, air pipa bisa langsung diminum tanpa perlu membeli air kemasan sehingga lebih hemat dan ramah lingkungan,” tandasnya.