periskop.id - Token HYPE melonjak sekitar 20% pada Senin setelah tim di balik HyperCore, yakni infrastruktur inti yang menopang jaringan layer-1 Hyperliquid, menyatakan akan mendukung proposal HIP-4 untuk memperluas layanan ke prediction markets atau pasar prediksi.
Sebagai konteks, Hyperliquid merupakan platform kripto terdesentralisasi terbesar untuk kontrak perpetual futures (perps). Yaitu produk derivatif yang memungkinkan trader berspekulasi atas pergerakan harga aset kripto tanpa tanggal jatuh tempo. Platform ini berjalan di atas blockchain layer-1 miliknya sendiri.
Lewat integrasi ini, Hyperliquid berencana menghadirkan kontrak yang sepenuhnya dijamin (fully collateralized). Artinya, seluruh nilai taruhan harus disetor di awal sehingga tidak ada utang tambahan. Melansir Cointelegraph, Selasa (3/2), kontrak tersebut memungkinkan pengguna bertaruh pada hasil berbagai peristiwa, mulai dari pemilu politik, pertandingan olahraga, hingga pasar lainnya.
Dalam unggahan di platform X pada Senin, Hyperliquid menyebut dukungan terhadap HIP-4 didorong oleh permintaan pengguna yang sangat besar terhadap pasar prediksi serta instrumen mirip opsi dengan batas risiko tertentu. Tim juga menambahkan bahwa HIP-4 berpotensi membuka jalan bagi berbagai aplikasi baru yang bisa dibangun di atas ekosistem Hyperliquid.
Secara teknis, hasil perdagangan dalam HIP-4 akan bekerja layaknya kupon taruhan (betting slip) dengan imbal hasil maksimal yang dibatasi (capped payout). Transaksi akan diselesaikan dalam rentang nilai yang sudah ditentukan, tanpa leverage (tidak menggunakan dana pinjaman), tanpa likuidasi paksa, dan tanpa margin call (permintaan tambahan dana saat posisi merugi).
Hyperliquid menegaskan bahwa fitur perdagangan hasil (outcomes trading) ini masih dalam tahap pengembangan dan baru diuji di testnet, yakni jaringan uji coba yang belum digunakan untuk transaksi nyata. Nantinya, pasar utama (canonical markets) akan menggunakan stablecoin asli Hyperliquid, yaitu Hyperliquid USDH (USDH) sebagai mata uang penyelesaian. Stablecoin sendiri adalah aset kripto yang nilainya dipatok ke mata uang fiat seperti dolar AS.
Kabar ini langsung berdampak pada harga HYPE, yang melonjak 19,5% ke level US$37,14. Kenaikan ini memperpanjang reli harga HYPE sebesar 46,9% dalam sebulan terakhir, meskipun pasar kripto secara umum justru sedang mengalami koreksi, berdasarkan data dari CoinGecko.
Jika terealisasi, integrasi tersebut akan menggabungkan dua use case kripto paling populer dalam 24 bulan terakhir, yakni perdagangan perpetual futures berbasis blockchain (onchain perps) dan pasar prediksi berbasis blockchain. Kedua segmen ini kini secara konsisten mencatat volume transaksi ratusan juta dolar AS setiap hari.
Sementara itu, volume perdagangan perpetual futures secara global masih bertahan di atas US$200 miliar per pekan. Meski sudah melandai sejak awal November, setelah sempat mencetak rekor US$341,7 miliar pada periode 3-9 November, aktivitas perdagangan perps tetap berada di atas US$200 miliar per minggu dalam empat pekan terakhir, menurut data dari DeFiLlama.
Lebih lanjut, volume perdagangan mingguan dalam sebulan terakhir tercatat tiga hingga empat kali lebih tinggi dibandingkan volume yang terjadi pada Januari 2025, menandakan minat pasar terhadap instrumen derivatif kripto masih sangat kuat meski volatilitas meningkat.
Tinggalkan Komentar
Komentar