periskop.id - Harga aset kripto teratas bergerak melemah pada perdagangan pagi ini, Senin 16 Februari 2026. Berdasarkan data CoinMarketCap sekitar pukul 08.00 WIB, mayoritas koin papan atas terkoreksi dalam 24 jam terakhir, dengan tekanan jual masih mendominasi secara mingguan.
Bitcoin (BTC) turun 1,30% dalam 24 jam terakhir ke level US$68.845,69 atau setara Rp1,16 miliar (asumsi kurs Rp16.833,00 per dolar AS). Dalam tujuh hari terakhir, BTC masih melemah 2,29%.
Ethereum (ETH) terkoreksi lebih dalam, turun 5,37% dalam 24 jam ke posisi US$1.968,13 atau sekitar Rp33,13 juta. Secara mingguan, ETH juga turun 5,52%.
Untuk kelompok stablecoin, Tether (USDT) berada di level US$0,9994 atau sekitar Rp16.823 dengan koreksi tipis 0,01% dalam 24 jam dan naik 0,01% secara mingguan. Sementara USD Coin (USDC) berada di posisi US$0,9999 atau sekitar Rp16.831, menguat tipis 0,01% dalam 24 jam dan naik 0,01% dalam sepekan.
BNB melemah 2,47% dalam 24 jam ke harga US$615,95 atau sekitar Rp10,37 juta. Dalam tujuh hari terakhir, BNB turun 3,61%.
XRP terkoreksi 3,03% dalam 24 jam ke level US$1,47 atau setara Rp24.745. Meski demikian, secara mingguan XRP masih mencatat kenaikan 3,28%.
Solana (SOL) turun 2,35% dalam 24 jam terakhir ke posisi US$86,14 atau sekitar Rp1,45 juta. Dalam tujuh hari terakhir, SOL juga melemah 0,98%.
TRON (TRX) turun 0,55% dalam 24 jam ke level US$0,2805 atau sekitar Rp4.722, namun secara mingguan masih menguat 1,03%.
Dogecoin (DOGE) mencatat pelemahan terdalam di antara aset utama, turun 8,14% dalam 24 jam ke posisi US$0,1025 atau sekitar Rp1.725. Meski begitu, dalam sepekan DOGE masih menguat 6,45%.
Sementara itu, Bitcoin Cash (BCH) terkoreksi 1,00% dalam 24 jam ke level US$556,03 atau sekitar Rp9,36 juta. Secara mingguan, BCH masih mencatat kenaikan 5,37%.
Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto global tercatat sebesar US$2,35 triliun, turun 1,78% dalam 24 jam terakhir. Sentimen pasar masih berada dalam tekanan dengan indeks Fear & Greed di level 12 (Extreme Fear), mencerminkan pelaku pasar cenderung berhati-hati di tengah volatilitas yang masih tinggi.
Tinggalkan Komentar
Komentar