banner-sheroes-yoga
Makro

Indonesia-Malaysia Siapkan Halal Council Akhir Tahun Ini

BPJPH dan Malaysia siapkan dewan halal bersama akhir tahun ini, bagian dari rencana besar menuju ASEAN Halal Council dan World Halal Council pada 2028.

logo halal
Ilustrasi - Logo halal terpampang besar di depan restauran di sebuah mal di Jakarta Selatan. dok. Periskop.id/ Faisal Rachman
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) tengah menyiapkan pembentukan Indonesia-Malaysia Halal Council yang ditargetkan rampung akhir tahun ini. Rencana ini dibahas dalam pertemuan Wakil Presiden Gibran Rakabuming dengan Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi.

Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menjelaskan, pembentukan dewan bersama itu menjadi langkah awal menuju ASEAN Halal Council dan World Halal Council. Ia menyebut rencana tersebut sebagai tindak lanjut dari kunjungan sebelumnya ke Malaysia.

"Salah satu poin penting dari acara ini adalah, sesuai dengan kunjungan kami sebelumnya ke Wakil Perdana Menteri, membentuk rencana besar yaitu World Halal Council. Yang sebelumnya akan kita bentuk tahun depan, ASEAN Halal Council," kata Haikal dalam jumpa pers seusai mendampingi Wapres Gibran dalam pertemuan tersebut, Kamis (17/9).

Menurutnya, kerja sama ini bakal membuat produk halal Indonesia otomatis diakui halal di Malaysia, begitu pula sebaliknya. Ia menilai penguatan Mutual Recognition Agreement itu menandakan kepercayaan kedua negara semakin solid.

"Dan rencananya di akhir tahun ini kita berdua memprakarsai Indonesia-Malaysia Halal Council, sehingga barang-barang halal yang ada di Indonesia itu sudah automatically halal di Malaysia, dan barang-barang Malaysia pun sudah di Indonesia, dengan cap yang sama. Artinya, sudah trust, Mutual Recognition Agreement sudah naik kelas, sudah trust each other," lanjut Haikal.

Haikal menambahkan, hubungan Indonesia dan Malaysia di sektor halal kian erat. Ia dijadwalkan menjadi pembicara kunci dalam sejumlah acara halal internasional di Malaysia, termasuk pada 24 September mendatang.

Ia mengaitkan capaian ini dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia menjadi pusat halal dunia pada 2029.

Selain kerja sama regional, Haikal mengungkapkan dirinya telah ditunjuk secara aklamasi sebagai Presiden International Halal Standard sejak tahun lalu. Penunjukan itu berlangsung dalam forum di Afrika dan menjadi dasar penyusunan standar halal internasional.

"Pada waktu tahun lalu di Afrika, ya, yang keempat berarti waktu itu, secara aklamasi telah menunjuk kami sebagai Presiden Internasional Halal Standard yang akan membuat sebuah standar internasional untuk halal, dan insya Allah tahun 2028 itu akan kita wujudkan," katanya.

Di sisi lain, Haikal menyebutkan Wapres Gibran turut mendorong percepatan pembentukan ASEAN Halal Council. Menurutnya, langkah ini penting agar standar halal kawasan segera naik kelas.

"Mas Wapres sangat mendukung dan meminta segera dilakukan percepatan menuju ASEAN Halal Council. Karena ketika ASEAN Halal Council terwujud, ini sudah naik kelas halal," kata Haikal.

Haikal menegaskan, konsep halal yang didorong Indonesia tidak eksklusif untuk kelompok agama tertentu. Ia menilai prinsip halal berkaitan erat dengan transparansi, penelusuran produk, hingga kualitas makanan.

"Dan harus saya disclaimer sekali lagi, dan kesekian kali, bahwa halal itu for all, halal untuk semua. Halal itu bukan untuk agama tertentu, tapi untuk semua. Jadi halal Indonesia untuk masyarakat dunia, itu yang terjadi 2029 nanti. Kita start dengan Indonesia Halal Council, pertengahan menjadi ASEAN Halal Council, 2028 pertengahan akan menjadi World Halal Council," jelasnya.

Menurut Haikal, standar halal kini mencakup aspek yang lebih luas ketimbang sebelumnya, tak lagi sebatas soal kandungan babi, lemak babi, atau alkohol. Ia menyebut aspek keamanan dan kualitas produk turut jadi perhatian utama.

"Dan halal itu sekarang adalah transparansi, traceability, dan trustability. Penelusuran makanan, kejelasannya, gizinya, dan halal bukan hanya bicara soal no pork, no lard, no alcohol. Halal sudah naik kelas, bicara soal tidak ada kandungan yang berbahaya, tidak ada MSG yang berlebihan, tidak ada artificial color yang berlebihan, tidak ada gluten yang berlebihan, jadi ada standar-standar. Sehingga logo halal itu adalah sebuah logo kesehatan," pungkas Haikal.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.