Iklan
Moneter

Neraca Perdagangan RI Per Juli Surplus, Jadi US$0,12 Miliar

Bank Indonesia melaporkan neraca perdagangan Juli 2026 surplus US$0,12 miliar setelah bulan sebelumnya defisit US$0,45 miliar.

Neraca Perdagangan RI Per Juli Surplus, Jadi US$0,12 Miliar
Konferensi pers hasil RDG bulan September 2026, Rabu (23/9/2026). Foto: periskop.id/Siti Ayu Rachma
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Bank Indonesia (BI) melaporkan neraca perdagangan periode Juli 2026 mencatat surplus sebesar US$0,12 miliar, setelah pada bulan sebelumnya mencatat defisit US$0,45 miliar.

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan kinerja neraca perdagangan perlu terus diperkuat untuk mendukung ketahanan eksternal di periode meningkatnya ketidakpastian global.

Sementara itu, aliran investasi portofolio asing pada triwulan III 2026 hingga 21 September 2026 mencatat net inflows sebesar US$0,4 miliar. Hal tersebut ditopang penerbitan global bond Pemerintah serta inflows pada Surat Berharga Negara (SBN).

"Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) perlu terus diperkuat untuk mendukung ketahanan eksternal di periode meningkatnya ketidakpastian global," kata Destry dalam konferensi pers RDG, Jakarta, Rabu (23/9).

Selain itu, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2026 tetap terjaga sebesar US$146,5 miliar, setara pembiayaan 5,4 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

"Ke depan, sinergi kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia akan terus diperkuat guna meningkatkan ketahanan eksternal di tengah gejolak global," tutup Destry.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Destry Damayanti, Bank Indonesia (BI), RDG BI, dan neraca perdagangan dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.