Periskop.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan, sejak 29 November 2025 hingga 17 Januari 2026 pemerintah telah menyalurkan bantuan logistik sebanyak 1.757,03 ton. Bantuan-bantuan yang terkirim tersebut ditujukan untuk masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatra.
"Berdasarkan laporan distribusi logistik yang berhasil dihimpun sejak 29 November 2025 hingga 17 Januari 2026, total bantuan logistik yang telah disalurkan kepada masyarakat terdampak mencapai 1.757,03 ton," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dikutip di Jakarta, Senin (19/1).
Ia melanjutkan, distribusi bantuan logistik tersebut dilakukan melalui berbagai moda transportasi. Antara lain, 56 sorti pesawat charter BNPB, 64 sorti pesawat Hercules, 55 truk jalur darat, serta tujuh kapal laut.
Berikutnya terkait data per provinsi, Abdul Muhari menyampaikan distribusi bantuan logistik harian yang dilakukan pada 17 Januari 2026 di Provinsi Aceh melalui jalur udara mencapai sembilan sorti dengan berat muatan 8 ton. Selanjutnya, melalui jalur darat menggunakan empat truk dengan muatan 10 ton. Dengan demikian, total logistik yang terdistribusi sebanyak 18 ton.
Untuk wilayah Sumatera Utara, distribusi dilakukan melalui jalur darat menggunakan enam truk dengan total muatan 32,59 ton. Lalu untuk Sumatera Barat, bantuan logistik yang telah dikirim melalui jalur darat sebesar 2,84 ton menuju Kabupaten Lima Puluh Kota.
Abdul Muhari menegaskan, BNPB berkomitmen untuk senantiasa memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, serta seluruh unsur masyarakat. Hal ini guna memastikan penanganan bencana berjalan secara efektif, terukur, dan berkelanjutan.
Dengan sinergi yang solid, kata dia, percepatan pemulihan infrastruktur dasar, pemenuhan kebutuhan hunian layak, serta penguatan langkah mitigasi diharapkan mampu mengembalikan kehidupan masyarakat terdampak secara bertahap. Dengan demikian, diharapkan para korban dapat merasakan kondisi yang lebih aman, tangguh, dan berdaya dalam menghadapi risiko bencana di masa mendatang.
Sudahi Tersambung
Sementara itu, Desa-desa terisolasi akibat bencana banjir bandang dan longsor di Provinsi Aceh mulai kembali tersambung. Akses dari dan ke wilayah terisolasi perlahan terbuka seiring dengan pembangunan jembatan serta perbaikan jalan.
Tim Media Presiden melalui keterangan resmi di Jakarta, Minggu (18/1), menyampaikan, jalan menuju Bandara Rembele di Jalur Pante Raya, Desa Bale Atu, Kabupaten Bener Meriah, Aceh terus dibersihkan dengan bantuan alat berat. Terbukanya akses, membuat jembatan bailey siap terpasang, setelah sebelumnya sempat terputus total.
Badan jalan yang terputus juga dipasang batu bronjong untuk menahan longsor. Pekerjaan ini melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) serta personel TNI AD.
Tak hanya itu, pembangunan jembatan bailey ataupun jembatan aramco di berbagai titik terdampak bencana terus berlanjut. Di Desa Bener Pepanyi, Kecamatan Bener Kelipah, jalan yang sebelumnya tertutup material banjir sudah bersih dan jembatan segera dipasang.
Lalu, di Desa Alue Capli, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, pembangunan jembatan aramco menunjukkan progres signifikan. Personel TNI AD bahu-membahu menyelesaikan jembatan dan sudah memasuki tahap finalisasi.
Demikian juga di Desa Juli Tambo Tanjong, Kabupaten Bireuen. Akses jalan sudah kembali normal. Jembatan yang dibangun sudah bisa dilalui kendaraan bermotor, roda dua hingga truk.
Sementara itu, di Desa Kajeung, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat, personel TNI AD masih membersihkan akses jalan yang terputus akibat tertutup longsor. Jalan bisa segera dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.
Pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya terus bekerja sama demi memulihkan kondisi masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Presiden RI Prabowo Subianto sendiri telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian ditunjuk sebagai Ketua Satgas.
Tinggalkan Komentar
Komentar