Periskop.id - TNI Angkatan Darat (AD) menargetkan pembangunan 105 titik sumur bor di wilayah Aceh, guna menyediakan air bersih untuk warga korban bencana banjir bandang. Dalam siaran pers resmi yang diterima, Rabu (21/1), sumur tersebut dibangun untuk memenuhi kebutuhan korban akan air, mulai dari untuk dikonsumsi hingga kebutuhan MCK (amndi, cuci, kakus).
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah membangun 76 sumur bor di wilayah Aceh. "Pembangunan sumur bor dipercayakan kepada Satuan Paldam Iskandar Muda dengan total rencana 105 titik sumur bor yang tersebar di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang," kata Donny.
Donny mengatakan, pihaknya tidak akan asal membuat sumur bor saja demi memastikan air yang dihasilkan layak untuk dipakai masyarakat. "Kita akan terus mengupayakan agar sumur yang dibuat berada di kedalaman ideal pada 30 hingga 40 meter, sehingga kualitas air lebih jernih dan meminimalkan risiko kontaminasi dari air permukaan," jelasnya.
Selain itu, lanjut Donny, setiap sumur nantinya dilengkapi fasilitas penunjang seperti tempat mencuci dan MCK dengan standar sanitasi yang aman dan ramah lingkungan, agar dapat digunakan secara berkelanjutan.
Dia berharap, kehadiran sumur bor buatan TNI AD ini mampu mengurangi risiko krisis air berkepanjangan. Termasuk mencegah munculnya penyakit, serta membantu masyarakat bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal pascabencana.
Tapanuli Selatan
Sebelumnya, TNI AD berupaya memberikan akses air bersih untuk memenuhi kebutuhan hidup warga korban bencana di wilayah Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Salah satu upaya yang dilakukan yakni membangun sumur bor di Desa Aek Ngadol, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Selasa (12/1).
Donny menuturkan, pembangunan sumur bor itu merupakan bagian dari upaya memulihkan wilayah pascabencana di Sumatera Utara. Donny menjelaskan sumur bor tersebut dibangun di depan SD Desa Aek Ngadol yang ada di wilayah tersebut.
Dalam proses pembangunannya, Donny mengaku prajuritnya sempat menemui beberapa kendala, salah satunya ketika proses pengeboran. "Pengerjaan sempat mengalami kendala kondisi batuan keras, namun setelah dilakukan pemindahan titik, pembangunan dapat diselesaikan hingga mencapai 100%," kata Donny.
Kini, sumur bor tersebut sudah beroperasi dan menghasilkan air untuk dipakai para korban bencana. "Dengan selesainya sumur bor ini diharapkan kebutuhan air bersih warga terdampak banjir dapat terpenuhi secara berkelanjutan," tuturnya.
Dia memastikan pembangunan sumur akan terus dilakukan di lokasi bencana wilayah Sumatera dan Aceh, demi memenuhi kebutuhan hidup warga.
Tinggalkan Komentar
Komentar