periskop.id - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mendesak percepatan pembangunan dan perbaikan rumah bagi tenaga kesehatan (nakes) yang terdampak bencana. Ia menilai banyak tenaga kesehatan belum dapat kembali bekerja karena rumah mereka masih berantakan, sehingga pemulihan hunian menjadi prioritas agar layanan kesehatan dapat segera normal kembali.

Budi menjelaskan bahwa data penerima bantuan sudah tersedia secara lengkap, termasuk nama, alamat, foto, dan lokasi melalui Google Maps. 

“Kita sudah ada by name, by address, by foto, by Google Map, location,” ujar Budi dalam rapat koordinasi lintas kementerian di Gedung Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (26/1).

 Namun, proses verifikasi dan koordinasi dinilai masih menjadi kendala, terutama untuk kasus rumah sewa atau rumah milik kerabat yang tidak dapat langsung dibantu. 

“Itu rumahnya rumah sewa, kita tidak bisa. Kemudian ada juga rumah omnya atau siapanya,” katanya.

Menkes menargetkan percepatan perbaikan rumah tenaga kesehatan dapat selesai sebelum Ramadan. 

“Kita tadi mau ngejar sebelum puasa bisa selesai rumah nakesnya,” ujarnya. Ia menambahkan, dari target 3.200 rumah, baru 607 rumah yang sudah selesai.

Dalam pertemuan itu, Budi meminta percepatan pencairan dan pembangunan rumah kepada sejumlah pihak Kementerian.

“Kalau Pak Menko Perekonomian, Pak Mendagri sama Pak Kepala BNPB berkenan untuk bantu carikan yang 607, ini duluan pak, pertama,” ujarnya.

Ia berharap pencairan bantuan untuk 607 rumah yang sudah siap dapat dilakukan segera, sehingga menjadi contoh bagi daerah lain. 

“Kalau ini bisa cairin minggu ini, ini akan memberikan contoh sehingga yang lainnya akan lari kejarin,” kata Budi.

Budi menyebut besaran bantuan untuk perbaikan rumah telah dipetakan berdasarkan kategori kerusakan. Besaran bantuan yang disiapkan untuk tenaga kesehatan antara lain Rp 15 juta untuk kerusakan ringan, Rp 30 juta untuk kerusakan sedang, serta Rp 60 juta untuk kerusakan berat. Meski demikian, ia tidak merinci detail teknis pelaksanaannya dalam rapat.