periskop.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh jajaran kementerian, lembaga, hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mewajibkan pegawainya melaksanakan kegiatan bersih-bersih bersama atau korve minimal 30 menit setiap pagi sebelum jam kerja dimulai.
“Semua Menteri, KL (Kementerian/Lembaga), sebelum masuk kantor minimal setengah jam bersihkan lingkunganmu. Bener ya, jangan siap siap siap. Minimal setengah jam pagi-pagi sebelum masuk kantor, kalau perlu menterinya yang mimpin,” tegas Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah, Senin (2/2).
Kepala Negara menekankan pentingnya budaya disiplin kebersihan di lingkungan pemerintahan. Ia mengaku tidak ingin lagi melihat adanya sampah plastik atau kotoran yang berserakan di sekitar area perkantoran pelat merah.
Instruksi ini tidak hanya berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga menyasar aparat TNI dan Polri. Prabowo meminta para komandan satuan untuk menggerakkan ribuan anak buahnya melakukan pembersihan rutin.
“Saya perintahkan kau gerakan anak buahmu korve. Tiap hari atau tiap berapa hari, korve, korve, korve. Kepolisian gerakan, korve,” perintahnya kepada para petinggi militer dan kepolisian yang hadir.
Istilah korve sendiri lekat dengan tradisi militer yang bermakna kerja bakti atau piket kebersihan bersama. Prabowo ingin etos kerja gotong royong membersihkan lingkungan ini diadopsi secara luas oleh birokrasi sipil.
Langkah tegas ini diambil menyusul keprihatinan Presiden terhadap kondisi kebersihan di sejumlah destinasi wisata dan kota besar. Ia mencontohkan keluhan tamu asing yang menyebut Bali kini terlihat kotor, yang dinilai mencoreng wajah Indonesia.
Prabowo berharap, gerakan bersih-bersih ini dapat menjadi pemicu terciptanya "Indonesia Asri". Pemerintah pusat harus menjadi teladan bagi masyarakat dalam memerangi masalah sampah yang kian krusial.
“Kita ini sekarang harus menyatakan perang terhadap sampah. Bagaimana bupati, wali kota, ini untuk rakyat kita. Sampah itu bencana, sampah itu penyakit,” ujarnya.
Presiden meminta aksi nyata segera dilakukan tanpa banyak alasan. Kebiasaan membersihkan lingkungan kerja diharapkan mampu mengubah mentalitas aparatur negara untuk lebih peduli terhadap detail dan estetika lingkungan.
“Saya tidak mau lihat plastik atau sampah di sekitar kantor-kantor BUMN. Semua KL, sebelum masuk kantor, bersihkan lingkunganmu,” pungkasnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar