periskop.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk tetap membangun wilayah Sumatera Barat dan Aceh secara maksimal dan habis-habisan, meskipun perolehan suaranya kalah telak di kedua provinsi tersebut pada pemilihan presiden lalu.

“Buktinya saya kalah di Sumatera Barat, tapi tetap MBG (Makan Bergizi Gratis) sampai ke Sumatera Barat. Tetap Koperasi Merah Putih tetap kita bangun, kita rehabilitasi Sumatera Barat. Saya juga kalah di Aceh, tapi tetap kita bangun Aceh habis-habisan,” kata Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah, Senin (2/2).

Kepala Negara menekankan tidak boleh ada permusuhan atau sakit hati yang dipelihara pasca-kontestasi politik berakhir. Tugas pemerintah pusat dan daerah adalah mengabdi sepenuhnya kepada seluruh bangsa tanpa memandang preferensi pilihan politik warga di masa lalu.

“Tidak ada, tidak boleh ada permusuhan, tidak boleh lesakkan hati. Kalah menang biasa karena kita mengabdi untuk bangsa dan rakyat Indonesia,” ujarnya di hadapan ribuan kepala daerah.

Sikap profesional juga ditunjukkan Prabowo kepada para pejabat daerah. Ia memastikan tidak akan pernah menanyakan latar belakang partai politik gubernur, bupati, atau wali kota saat hendak menurunkan program bantuan dari pusat.

“Saya tidak akan tanya, ini gubernurnya partai mana ya. Dulu milih calon nomor 1, nomor 2 atau nomor 3, saya tidak akan tanya,” tegasnya.

Sebagai bukti konkret, Presiden menyebut hubungannya dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang berasal dari PDI Perjuangan. Perbedaan warna partai tidak menghalangi sinergi antara Istana dan Balai Kota demi kepentingan warga Jakarta.

“Pak Pram dari PDIP, tapi tetap saya akan dukung sebagai Gubernur DKI. Karena tugas saya, kewajiban saya adalah seluruh rakyat Indonesia termasuk rakyat DKI,” jelas Prabowo.

Prinsip keadilan ini berlaku tanpa pandang bulu, bahkan terhadap partainya sendiri. Prabowo memperingatkan tak segan menindak kader Partai Gerindra jika terbukti melakukan pelanggaran hukum atau merugikan kepentingan rakyat di daerah.

“Kalau Gerindra brengsek, Gerindra pun saya tangkap. Jangan macam-macam. Tidak ada itu, kita semua bergerak,” ucapnya.

Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengubur dalam-dalam segala perbedaan pilihan politik yang sempat menajam. Kompetisi dianggap wajar dalam demokrasi, namun kerja nyata untuk rakyat harus menjadi prioritas utama setelah palu persaingan diketuk.

“Persaingan, pertandingan ya pertandingan. Kalau ada pemilihan, harus ada pemilihan. Tapi begitu selesai, sudahlah, kerja,” pungkasnya.