iklan periskop
Ekonomi

BPS Catat Deflasi di Aceh, Sumut, dan Sumbar Usai Inflasi Tinggi Desember 2025

BPS mencatat Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mengalami deflasi pada Januari 2026 usai inflasi tinggi Desember 2025 pascabencana.

6 bulan yang lalu · 1 mnt baca
BPS Catat Inflasi Alas Kaki Naik 0,62% Usai Pabrik Sepatu di Tangerang Hengkang
Dok. Badan Pusat Statistik (BPS) RI
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa tiga provinsi yang terdampak bencana hidrometeorologi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, mengalami deflasi pada Januari 2026, setelah sebelumnya mencatat inflasi cukup tinggi pada Desember 2025.

‎"Ini khusus inflasi pasca bencana pada tiga provinsi yang terkena bencana hidrometeorologi mengalami deflasi setelah sebelumnya di tahun di Desember 2025 mengalami inflasi yang cukup tinggi," kata Deputi Bidang Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono saat konferensi pers BPS, Jakarta, Senin (2/2). 

‎Secara rinci, Provinsi Aceh pada Desember 2025 mencatat inflasi sebesar 3,60%, namun berbalik mengalami deflasi 0,15% pada Januari 2026. Sementara itu, Sumatera Utara yang pada Desember 2025 mengalami inflasi 1,66%, mencatat deflasi sebesar 0,75% pada Januari 2026.

Adapun Provinsi Sumatera Barat juga menunjukkan pola serupa. Pada Desember 2025, Sumatera Barat mengalami inflasi 1,48%, kemudian berbalik mengalami deflasi 1,15% pada Januari 2026.

‎Ateng menjelaskan, secara umum kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang deflasi terbesar di ketiga provinsi tersebut.

‎"Nah pada periode secara umum komoditas kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang deflasi terbesar pada ketiga provinsi tersebut ya, seperti Aceh yang utamanya didorong oleh penurunan telur ayam, sedangkan di Sumatera Utara dan Sumatera Barat utamanya didorong oleh penurunan harga cabai merah," Ateng mengakhiri. ‎

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Badan Pusat Statistik (BPS), deflasi, Aceh, dan Sumatera dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.