Periskop.id- Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili menjadi penanda hadirnya Tahun Kuda Api yang disambut umat Konghucu, dengan berbagai rangkaian ibadah dan tradisi.

"Katanya 60 tahun sekali ya dan ini tahun Kuda Api yang paling besar gitu. Kebetulan shio kuda itu kan kayak yang memimpin di depan," kata Sanat (35) saat ditemui di Vihara Amurva Bhumi Jakarta, Selasa (17/2). 

Sanat berharap tahun ini bisa membawa keberuntungan, kesehatan dan semakin kuat melangkah maju seperti kuda api. Sanat bersama istrinya, Cindy (33) biasanya berkeliling untuk sembahyang ke beberapa vihara.

Terlebih, mereka sudah mempersiapkan banyak hal untuk menyambut Tahun Baru Imlek bersama keluarga. Mulai dari membersihkan rumah, angpao hingga makanan seperti kue bakul.

Dia bersyukur bisa merayakan Tahun Baru Imlek bersama keluarga dan menyampaikan doanya untuk diberikan keberkahan. "Banyak, kita siapin peralatan sembahyang, bersih-bersih rumah, terus kemudian ya pasti siapin angpao jugalah buat sanak keluarga yang lain," tuturnya. 

Dua Pekan
Sementara itu, Pengurus Vihara Amurva Bhumi, Setiabudi, Jakarta Selatan, memprediksi keramaian perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili berlangsung hingga perayaan Cap Go Meh atau sekitar dua pekan setelah Imlek.

"Perkiraan keramaian sampai dua minggu atau Cap Go Meh," kata salah satu pengurus atau biokong Vihara Amurva Bhumi Zaini Arifin kepada wartawan saat ditemui di Jakarta, Selasa.

Zaini mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan berbagai hal menjelang Imlek mulai dari memandikan patung dewa (rupang) hingga membersihkan vihara.

Adapun rangkaian kegiatan mulai dari kebaktian, prosesi ibadah, hingga sembahyang dengan vihara dibuka selama 24 jam. "Buka 24 jam. Sampai nanti sore enggak ada kebaktian lagi, tinggal sembahyang saja," ucapnya.

Terkait prediksi pengunjung, pihaknya tak bisa memprediksi jumlahnya lantaran banyak umat yang keluar masuk Vihara yang berkapasitas hingga 80.000 orang.

"Kapasitas bisa mencapai 80.000 orang kalau ada hari kebaktian dan ulang tahun vihara saat bulan kedelapan tahun China," katanya.

Pengamanan Aparat
Untuk diketahui, Polres Metro Jakarta Selatan melakukan penjagaan di dua vihara selama perayaan Tahun Baru Imlek untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan ibadah berlangsung aman dan kondusif.

Adapun titik pengamanan terfokus pada dua vihara di wilayah Jakarta Selatan, yakni Vihara Bio Hok Tek Tjen Sin (Kebayoran Lama) dan Vihara Amurva Bhumi (Setiabudi).

Secara umum, Polda Metro Jaya menyiagakan sebanyak 1.919 personel gabungan untuk pengamanan Perayaan Imlek Tahun 2026 di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya, Selasa, menyebutkan, pengamanan dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian ibadah dan perayaan masyarakat Tionghoa berlangsung aman, tertib dan kondusif.

Kekuatan personel tersebut terdiri dari 155 personel Polda Metro Jaya, 1.106 personel Polres jajaran. Kemudian 225 personel TNI, 217 personel Satpol PP, 123 personel Dinas Perhubungan, 53 personel Dinas Kesehatan serta 40 personel Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat).

Dia menambahkan, seluruh unsur bersinergi dalam pola pengamanan terpadu di lokasi ibadah, pusat perbelanjaan, kawasan wisata serta titik-titik keramaian lainnya.

Budi juga menjelaskan pengamanan secara khusus difokuskan pada 165 vihara yang tersebar di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Personel ditempatkan untuk melaksanakan penjagaan, pengaturan lalu lintas, sterilisasi lokasi sebelum ibadah serta patroli di sekitar area guna memastikan kegiatan berlangsung dengan aman dan khidmat.

Budi juga menyampaikan, pengamanan dilaksanakan secara terbuka dan tertutup dengan mengedepankan pendekatan humanis serta pelayanan kepada masyarakat.

Pengamanan Perayaan Imlek Tahun 2026 dilaksanakan secara terpadu bersama TNI dan pemerintah daerah. "Kami memastikan 165 vihara yang melaksanakan ibadah mendapatkan pengamanan maksimal sehingga masyarakat dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Selain penjagaan dan patroli wilayah, Polda Metro Jaya juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional di sekitar lokasi perayaan guna mengantisipasi kepadatan kendaraan pada jam ibadah dan puncak kunjungan masyarakat.