periskop.id – Direktur Utama TVRI Imam Brotoseno dikabarkan mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan pimpinan stasiun televisi milik negara. Ia menjelaskan keputusan mengejutkan ini merupakan pilihan terbaik usai melewati proses diskusi bersama pihak keluarga dan jajaran dewan pengawas.
Imam menyampaikan pengumuman pengunduran diri tersebut melalui ruang rapat virtual aplikasi Zoom yang videonya beredar luas di media sosial pada Senin (23/2).
"Memang ini sangat mengejutkan ya, tetapi memang saya sudah berdiskusi dengan keluarga, dengan Dewan Pengawas juga, ini adalah keputusan yang terbaik. Perpisahan adalah kematian kecil, kata orang Prancis," tuturnya.
Pembuat film ini berharap kelak bisa kembali bersua dengan para kolega kerjanya di stasiun televisi tersebut. Ia turut mendoakan TVRI mampu berkembang pesat menembus pasar penyiaran tingkat global.
Keputusan mundur ini menyisakan satu penyesalan mendalam bagi sang mantan pimpinan. Ia harus merelakan momen kebersamaan menonton pergelaran ajang sepak bola bergengsi bersama jajaran karyawannya.
TVRI saat ini memegang lisensi resmi hak siar turnamen Piala Dunia 2026 di Indonesia. Kesempatan langka ini tentu menjadi capaian penting bagi perjalanan lembaga penyiaran publik tersebut.
Imam juga merasa sedih tidak bisa menikmati hasil rancangan fasilitas penyiaran olahraga buatannya sendiri secara langsung. "Satu hal yang saya sesali mungkin hanya satu, saya tidak bisa bersama-sama ikut nobar Piala Dunia dengan Bapak-Ibu. Bisa Bu ya? Saya juga menyesali juga saya tidak bisa melihat media center, sport center yang saya desain untuk Piala Dunia ini," urainya.
Sosok Imam Brotoseno mulai memegang tampuk kepemimpinan tertinggi TVRI sejak tahun 2020 silam. Ia sebelumnya malang melintang berkarier sebagai seorang sutradara film sekaligus pekerja seni profesional.
Pengangkatannya sebagai direktur utama terwujud melalui proses seleksi lembaga secara ketat. Dewan Pengawas TVRI saat itu mempercayakan posisi puncak tersebut kepadanya.
Ia masuk memimpin stasiun televisi nasional ini menggantikan posisi direktur utama sebelumnya yakni Helmy Yahya. Pergantian pucuk pimpinan kala itu juga sempat menyita perhatian publik.
Rekaman video momen pamitan virtual ini kini terus menyebar luas di berbagai platform digital. Perpisahan tersebut menjadi penutup kiprah panjang Imam memimpin roda penyiaran publik nasional.
Tinggalkan Komentar
Komentar