Periskop.id - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyampaikan, remitansi pekerja migran Indonesia (PMI) pada 2025 mengalami kenaikan 14% dibandingkan 2024.
Ia menyebut, di tahun 2024, dari 253.000 penempatan (PMI) yang dilakukan dan juga termasuk beberapa yang dari akumulasi dari tahun sebelumnya, remitansi yang masuk ke negara kita berdasarkan data dari Bank Indonesia sebesar Rp253 triliun. “Dan tahun 2025 ada kenaikan 14 persen. Jadi kurang lebih Rp288 triliun remitansi yang masuk ke Indonesia tahun 2025," kata Mukhtarudin di Jakarta, Selasa (24/2).
Hal itu dikatakannya usai melakukan rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar yang membahas mengenai rencana pengiriman PMI ke luar negeri dalam program SMK Go Global. Menurut dia, remitansi PMI sangat besar manfaatnya untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.
Dengan hal tersebut, daya beli masyarakat meningkat, juga menumbuhkan sektor ekonomi usaha mikro, dan juga menggerakkan ekonomi keluarga. “Jadi uangnya langsung masuk ke masyarakat sehingga daya beli terdongkrak salah satunya dari remitansi, di samping dari government spending dari APBN, APBD, kemudian dari proses investasi, juga ada (peran) remitansi," ujar Mukhtarudin.
Kualitas PMI
Mengingat besarnya peran PMI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, lanjutnya, pemerintah pun terus berupaya meningkatkan perlindungan terhadap pekerja migran. Salah satu upayanya adalah dengan meningkatkan kualitas PMI.
"Perlindungannya pun ke depan harus kita tingkatkan. Salah satunya dengan melakukan peningkatan kualitas pekerja migran yang kita berangkatkan ke luar negeri itu yang minimal (lulusan) SMA/SMK,” serunga.
Dengan mereka mempunyai pendidikan yang lebih layak dan dilatih melalui vokasi dengan uji kompetensi yang ketat dari negara penempatan, hal ini diharapkan akan mempermudah pemerintah melakukan perlindungan.
Untuk diketahui, mulai April 2026, pemerintah akan mengirimkan pekerja migran Indonesia terampil ke Jepang, Korea, Eropa, Amerika, dan berbagai negara lainnya. Bidang pekerjaan yang ditawarkan meliputi welder, hospitality, dan tenaga kesehatan.
"Target minimal 300 ribu sampai 500 ribu pekerja migran. Insya Allah mulai April, Juni, Juli, September mulai siap memberangkatkan tenaga kerja terampil ke berbagai negara," kata Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar.
Program SMK Go Global sendi merupakan program yang diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI). Tujuannya, meningkatkan kualitas lulusan sekolah menengah di dalam negeri agar bisa bekerja di luar negeri.
Tinggalkan Komentar
Komentar