Periskop.id - Ketiga jenazah anggota TNI yang gugur ketika bertugas sebagai Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL), telah tiba pukul 17.30 WIB di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten Sabtu sore. Berdasarkan laporan diterima di Jakarta, Sabtu (4/4), ketiga jenazah disemayamkan di Gedung VIP Terminal 3 dan disambut oleh sejumlah prajurit TNI.

Pesiden Prabowo Subianto dijadwalkan bertakziah dan memberi penghormatan terakhirnya, kepada tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian bersama UNIFIL di Lebanon.

Prosesi takziah itu dijadwalkan berlangsung di Gedung VIP Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, pada Sabtu petang pukul 18.40 WIB.

Selepas itu, tiga jenazah itu akan dilepas dalam prosesi upacara militer, yang akan dipimpin oleh KSAD Jenderal Maruli selaku inspektur upacara. Selepas prosesi pelepasan jenazah, tiga jenazah itu kemudian dibawa ambulans dan akan diterbangkan ke Bandung dan Yogyakarta untuk menuju ke rumah duka masing-masing. 

Di ruangan acara yang menjadi tempat persemayaman tiga prajurit tersebut, yaitu Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon, sejumlah persiapan telah digelar sejak Sabtu sore.

Foto diri tiga prajurit TNI yang gugur telah terpasang lengkap dengan karangan bunga dan deretan kursi yang dipersiapkan untuk keluarga dan ahli waris.

Praka Farizal Rhomadhon dilaporkan gugur akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu (29/3). Tepat keesokan harinya pada Senin (30/3), Indonesia kembali kehilangan lagi dua personelnya di UNIFIL akibat konvoi pasukan yang mereka kawal diserang. 

Dua personel yang gugur dalam serangan tersebut adalah Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Sementara itu, sebanyak lima prajurit TNI yang terluka meliputi Letnan Satu Infanteri Sulthan Wirdean Maulana, Prajurit Kepala (Praka) Deni Rianto, Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan.

Indonesia sendiri kembali meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengusut seluruh insiden terhadap Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) setelah tiga personel penjaga perdamaian Indonesia terluka akibat ledakan pada Jumat (3/4) di El Addaiseh, Lebanon selatan.

Pengusutan Lanjutan
Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI di Jakarta, Sabtu, Indonesia menyampaikan kekhawatiran yang sangat mendalam atas ledakan yang terjadi pada Jumat (3/4) di El Addaiseh, Lebanon Selatan, yang melukai tiga personel penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas di UNIFIL.

"Indonesia kembali meminta Dewan Keamanan PBB segera mengusut seluruh insiden terhadap UNIFIL dan agar segera dilakukan pertemuan antara negara kontributor pasukan UNIFIL untuk melakukan review dan mengambil tindakan penguatan pelindungan terhadap pasukan yang bertugas di UNIFIL," kata Kemlu RI dalam pernyataan resminya.

Indonesia menyatakan ini merupakan insiden serius ketiga yang melibatkan penjaga perdamaian Indonesia di UNIFIL dalam kurun waktu satu minggu terakhir.

Indonesia pun menegaskan, serangan yang terjadi berulang kali tidak dapat diterima, terlepas dari apa pun penyebabnya, serta menekankan pentingnya penguatan segera perlindungan bagi pasukan perdamaian PBB saat konflik semakin berbahaya.

“Indonesia menekankan kembali bahwa keselamatan dan keamanan peacekeepers PBB tidak dapat ditawar. Setiap tindakan yang membahayakan mereka merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak boleh dibiarkan tanpa pertanggungjawaban,” sebut pernyataan itu.

Pemerintah Indonesia kembali menyerukan penyelidikan segera, menyeluruh, dan transparan untuk mengungkap fakta. Termasuk kronologi kejadian serta pihak yang bertanggung jawab, dan menegaskan, akuntabilitas penuh harus ditegakkan.