periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Senin 25 Mei 2026 diperkirakan bergerak terbatas. Dari dalam negeri, diperkirakan  pelaku pasar akan mengantisipasi rebalancing MSCI pada akhir bulan ini di tengah pekan perdagangan yang pendek.

“Selain itu, investor diperkirakan akan lebih berhati-hati di tengah ketidakjelasan implementasi berbagai kebijakan baru  Pemerintah.  Secara teknikal, IHSG diperkirakan akan bergerak mixed pada kisaran 6.000-6.250 di pekan ini,” ulas Tim Riset Phintraco Sekuritas, Senin (25/5).

Beberapa saham pilihan yang menarik dicermati apda perdagangan hari ini, antara lain UNVR, BBRI, ESSA, WIFI, MBMA dan ADRO.

Sebelumnya, IHSG ditutup menguat ke level 6,162.05 atau naik 1,10% pada perdagangan Jumat (22/5), setelah sebelumnya sempat melemah hingga menyentuh level 5,966.86. Hampir seluruh sektor ditutup di zona hijau, kecuali sektor finansial yang terkoreksi 0.38%.

Penguatan IHSG terutama ditopang sektor energi dan basic materials yang masing-masing naik 6.85% dan 4.84%, seiring beredarnya rumor bahwa Indonesia akan menunda implementasi penuh kebijakan ekspor batu bara dan komoditas strategis lainnya yang dikendalikan negara hingga 1 Januari 2027.

“Penundaan ini dinilai memberikan periode transisi yang lebih panjang bagi eksportir dan pembeli internasional untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan kebijakan tersebut,” tulis riset yang sama.

Sementara, Indeks di Wall Street ditutup menguat pada Jumat (22/5) dan secara mingguan. Faktor positif berasal dari indikasi kemajuan dalam upaya perdamaian untuk akhiri konflik Timur Tengah dan laporan keuangan triwulanan dari produsen chip Nvidia dan peritel besar seperti Walmart.

Pada awal pekan indeks sempat tertekan karena kenaikan yield obligasi AS akibat kekhawatiran kenaikan inflasi dan suku bunga. Namun koreksi harga minyak karena laporan adanya negosiasi AS dan Iran untuk kemungkinan mengakhiri perang, telah meredakan kekhawatiran akan inflasi. 

Indeks Michigan's Sentiment turun ke 44.8 di Mei dari 49.8 di April, angka terendah yang pernah tercatat, akibat kecemasan akan inflasi. Sementara itu Kevin Warsh telah dilantik sebagai  Chairman the Fed pada Jumat (22/5).

Presiden Trump menyatakan bahwa kesepakatan sedang disusun untuk membuka kembali selat Hormuz (23/5), namun kantor berita Iran membantah klaim tersebut. Media pemerintah Iran melaporkan bahwa puluhan kapal telah melintasi Selat Hormuz di bawah pengawasan Iran.

Perkembangan seputar kesepakatan AS-Iran dan dampaknya terhadap harga minyak, masih akan berpengaruh terhadap pasar global. Data ekonomi AS yang akan dicermati pekan ini diantaranya PCE price index, durable goods orders, dan estimasi ke-2 PDB 1Q26.  Bursa AS akan libur Memorial Day pada hari Senin (25/5).