Periskop.id - Pasukan Pertahanan Israel (IDF) membantah terlibat dalam serangan terhadap penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) yang menewaskan tiga prajurit TNI.
"Dalam 24 jam terakhir, IDF telah meninjau insiden pada Senin (30/3), di mana pasukan UNIFIL dilaporkan terluka akibat ledakan di wilayah Bani Hayyan, Lebanon selatan," kata IDF di Telegram, dikutip Rabu (1/4).
Mereka mengaku tidak memasang alat peledak. “Tidak ada pasukan kami di lokasi tersebut," seru IDF.
UNIFIL sebelumnya melaporkan seorang penjaga perdamaian Indonesia gugur pada Minggu setelah sebuah proyektil menghantam salah satu posnya. Selanjutnya, Senin, UNIFIL juga melaporkan dua penjaga perdamaian Indonesia lainnya tewas dalam serangan terhadap kendaraan patroli mereka di wilayah Bani Hayyan.
Pertemuan Darurat
Pada Selasa, Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan darurat di New York atas permintaan Indonesia dan Prancis. "Kami menyatakan dengan jelas dan ini perlu diulang berkali-kali, pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran," kata Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian Jean-Pierre Lacroix dalam pertemuan itu.
Senada, Uni Eropa mengutuk serangan terhadap pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon baru-baru ini serta menyerukan penyelidikan secara menyeluruh atas insiden tersebut,
"Kami, Uni Eropa, mengecam serangan yang mengakibatkan kematian pasukan penjaga perdamaian UNIFIL (Pasukan Sementara PBB di Lebanon) dan melukai beberapa lainnya. Kami juga mengecam serangan yang menargetkan kontingen Prancis dalam beberapa hari terakhir," kata Juru Bicara Urusan Luar Negeri Uni Eropa Anouar El Anouni pada Selasa (31/3).
Dia menambahkan, PBB menyerukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap kebenaran di balik serangan-serangan serius tersebut.
"Serangan-serangan ini merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional, sama sekali tidak dapat diterima dan harus segera dihentikan," serunya.
Eskalasi antara Israel dan Hizbullah dimulai pada 2 Maret, ketika kelompok tersebut melanjutkan serangan roket ke wilayah Israel di tengah memburuknya situasi di Timur Tengah.
Sebagai tanggapan, Israel melancarkan serangan besar ke Lebanon, termasuk wilayah selatan, Lembah Beqaa, dan pinggiran Beirut. Pada 16 Maret, militer Israel mengumumkan peluncuran operasi darat di Lebanon Selatan.
Tinggalkan Komentar
Komentar