Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi rekomendasi Ijtima Ulama Indonesia yang disampaikan dalam Harlah PKB ke-28.

Ia menilai dukungan tersebut menjadi amanah sekaligus penguat pemerintah dalam menjalankan pembangunan nasional sesuai konstitusi.

Prabowo menyampaikan apresiasi itu saat menghadiri acara bertajuk “Arah Baru Amanat Ekonomi Konstitusi” di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Kamis (23/7).

Menurutnya, rekomendasi tersebut selaras dengan arah perjuangan pemerintah dalam membangun Indonesia.

“Saya sangat terima kasih. Saya benar-benar saya tersentuh. Tadi rekomendasi ijtima luar biasa. Saya menangkap bahwa perjuangan kita sudah dipahami dan dimengerti, dan saya percaya partai-partai sudah mengerti itu,” tutur Prabowo.

Ia menjelaskan, salah satu poin penting dalam rekomendasi Ijtima Ulama Indonesia adalah dukungan terhadap langkah pemerintah memperkuat kedaulatan bangsa. Prabowo menyebut rekomendasi itu mencakup penguatan ekonomi mandiri, percepatan industrialisasi, serta hilirisasi sumber daya nasional.

Selain itu, Prabowo menyampaikan rekomendasi tersebut juga mencakup upaya mewujudkan ketahanan pangan dan energi serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurut Prabowo, seluruh poin itu sejalan dengan arah pembangunan yang berlandaskan Pancasila dan Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Prabowo menilai amanah yang diberikan melalui Ijtima Ulama menjadi dorongan bagi pemerintah untuk terus bekerja sesuai kepentingan rakyat.

Ia mengatakan dukungan tersebut sejalan dengan keyakinan yang menjadi dasar langkahnya dalam memimpin pemerintahan.

“Ini perintah lagi ini. Tapi perintahnya adalah sesuai dengan hati nurani saya,” ucap Presiden Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menekankan pentingnya menjaga kekuatan negara agar tetap berjalan dalam koridor konstitusi, keadilan, dan tata kelola pemerintahan yang baik. Ia turut mengapresiasi peran ulama dalam memperkuat umat, bangsa, dan negara.

Presiden menyebut dukungan dari para ulama menjadi penyemangat bagi pemerintah untuk menjaga kedaulatan nasional serta menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia menilai kerja bersama antara pemerintah dan berbagai elemen bangsa penting untuk mencapai tujuan tersebut.

Melalui rekomendasi Ijtima Ulama Indonesia, pemerintah mendapatkan dukungan terhadap agenda strategis seperti kemandirian ekonomi, hilirisasi, serta penguatan sektor pangan dan energi.

Rekomendasi itu disebut menjadi bagian dari upaya mengembalikan arah pembangunan nasional sesuai amanat konstitusi.

Menutup sambutannya, Prabowo menegaskan dukungan dan amanah dari para ulama akan menjadi energi bagi pemerintah untuk terus bekerja demi kemakmuran rakyat Indonesia.