Periskop.id - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar menegaskan kesiapan partainya dalam mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dukungan tersebut difokuskan untuk mewujudkan politik anggaran yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.

Pria yang akrab disapa Cak Imin ini menilai pentingnya pergeseran fokus kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, seluruh elemen bangsa perlu meninggalkan paradigma lama yang hanya bergantung pada kekuatan pasar semata.

"Bapak Presiden, PKB siap menjadi bagian utama untuk terwujudnya politik anggaran yang benar-benar bisa dinikmati langsung oleh seluruh rakyat Indonesia," kata Muhaimin saat menyampaikan pidato puncak peringatan Harlah Ke-28 PKB di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Kamis (23/7).

Ia menjelaskan bahwa akselerasi kesejahteraan masyarakat harus menjadi pusat dari setiap perumusan kebijakan ekonomi negara.

"Kami mengajak seluruh kekuatan untuk tidak lagi dibuai oleh kekuatan pasar yang kadang kita lupa bahwa tujuan utamanya adalah segera menghadirkan kesejahteraan dalam waktu yang secepat-cepatnya," ujar Muhaimin.

Lebih lanjut, ia menyebut arah baru kebijakan ekonomi di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto sudah mulai menunjukkan tanda-tanda positif.

Menurut analisisnya, pola pembangunan saat ini mulai digeser agar seluruh kekayaan negara dapat dimaksimalkan demi kemakmuran masyarakat luas.

"PKB akan terus bersama Pak Prabowo menyukseskan arah baru ekonomi ini. Ini cita-cita yang nampaknya sudah mulai kelihatan arah kebijakan yang ditempuh," ucap Muhaimin.

Ia membeberkan bahwa regulasi ekonomi yang dibangun pemerintah bersama partai politik selama 25 tahun terakhir memang berfokus pada pertumbuhan.

Meski demikian, peningkatan angka pertumbuhan ekonomi tersebut dinilainya belum tentu berjalan selaras dengan keadilan dan pemerataan di lapangan.

"Namun kita kadang lupa bahwa pertumbuhan ekonomi itu juga tidak seiring dengan pemerataan dan keadilan. PKB menyaksikan Pak Prabowo Presiden Republik Indonesia sungguh-sungguh menyejajarkan antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan serta keadilan," tutur Muhaimin.