banner-sheroes-yoga
Makro

Realisasi Belanja Pemerintah Pusat Per Agustus Rp1.791,5 Triliun, Untuk Apa Saja?

Realisasi belanja pemerintah pusat hingga Agustus 2026 mencapai Rp1.791,5 triliun, tumbuh 29% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Realisasi Belanja Pemerintah Pusat Per Agustus Rp1.791,5 Triliun, Untuk Apa Saja?
Menteri Keuangan Suahasil Nazara saat konferensi pers APBNKITA di Jakarta, Jumat (18/9/2026). Periskop/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi belanja pemerintah pusat hingga Agustus 2026 mencapai Rp1.791,5 triliun atau 56,9% dari target APBN 2026. Capaian ini tumbuh signifikan sebesar 29% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy).

Menteri Keuangan Suahasil Nazara memaparkan belanja pemerintah pusat tersebut terdiri dari belanja kementerian/lembaga atau K/L sebesar Rp912,4 triliun, serta belanja non-K/L sebesar Rp879,1 triliun.

"Kalau kita lihat belanja KL itu dia tumbuhnya 33%, kalau belanja pemerintah pusat secara keseluruhan tumbuhnya 29%," kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa, Jakarta, Jumat (18/9).

Tingginya realisasi belanja K/L antara lain dipengaruhi oleh sejumlah program pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis atau MBG, bantuan sosial, Program Indonesia Pintar, KIP Kuliah, infrastruktur, serta pembangunan sarana pendidikan.

Sementara itu, belanja non-K/L terutama digunakan untuk pembayaran pensiun, subsidi, serta kompensasi BBM dan listrik.

Secara khusus, realisasi belanja K/L hingga akhir Agustus 2026 mencapai Rp912,4 triliun atau 60,4% dari pagu APBN, dan tumbuh tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari sisi komponennya, belanja pegawai mencapai Rp259 triliun, tumbuh 21,7%. Peningkatan belanja tersebut terutama digunakan untuk pengangkatan ASN baru sebanyak 355 ribu orang, serta pembayaran tunjangan pendidik non-PNS.

Kemudian belanja barang sebesar Rp389 triliun, meningkat 67,5%, yang salah satunya dipengaruhi peningkatan belanja untuk pelaksanaan program MBG.

Belanja modal tercatat Rp159,8 triliun, tumbuh 14,3%, terutama untuk mendukung konektivitas dan ketahanan pangan melalui pembangunan jaringan dan irigasi.

Sementara itu, belanja bantuan sosial mencapai Rp104,5 triliun, tumbuh 3,4% secara tahunan. Peningkatan tersebut antara lain dipengaruhi penyaluran bantuan melalui berbagai program perlindungan sosial.

"Karena tahun lalu memang cukup tinggi juga belanja bansos kita," tutur Suahasil.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Suahasil Nazara, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), belanja pemerintah, dan APBNKita dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.