banner-sheroes-yoga
Nasional

Semeru Erupsi, Badan Geologi Perluas Zona Bahaya jadi 13 Km

Gunung Semeru kembali melontarkan abu setinggi 500 meter, Badan Geologi langsung memperluas zona terlarang hingga 13 kilometer dari puncak.

gunung semeru
Aktivitas Gunung Semeru terpantau dari Pos Pengamatan Gunung Semeru di Desa Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang, Jumat (28/8/2026). dok. PVMBG
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Gunung Semeru kembali melontarkan kolom abu setinggi 500 meter pada Senin (21/9) pukul 10.00 WIB. Badan Geologi Kementerian ESDM merespons dengan memperluas zona terlarang bagi aktivitas warga hingga radius 13 kilometer dari puncak.

Kepala Badan Geologi Lana Saria menegaskan, status gunung tertinggi di Pulau Jawa itu masih bertahan di Level III atau Siaga. Menurutnya, sektor tenggara di sepanjang aliran Besuk Kobokan menjadi area paling rawan yang wajib dikosongkan dari segala bentuk aktivitas.

"Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari pusat erupsi," kata Lana, Senin (21/9).

Larangan tak berhenti di batas 13 kilometer. Warga juga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.

Sektor tersebut dinilai berisiko tinggi terjangkau perluasan awan panas, dengan potensi aliran lahar yang bisa meluncur hingga 17 kilometer dari puncak.

Selain zona sepanjang Besuk Kobokan, Badan Geologi juga menetapkan zona steril dengan radius 5 kilometer dari kawah utama. Area ini dibuat untuk mengantisipasi risiko lontaran batu pijar, baik bagi warga sekitar maupun wisatawan yang mendekati puncak.

Masyarakat di kawasan sekitar Semeru diminta terus mewaspadai ancaman susulan, mulai dari awan panas guguran hingga guguran lava. Lana menyebutkan, potensi banjir lahar hujan juga patut diperhatikan di beberapa aliran sungai yang berhulu di puncak.

"Banjir lahar hujan di sepanjang sungai atau lembah yang berhulu di puncak, khususnya pada aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar dan Besuk Sat juga perlu diwaspadai," ujar dia.

Erupsi kali ini terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 1 menit 34 detik. Kolom abu kelabu tebal teramati membubung condong ke arah timur laut dari puncak Semeru.

Badan Geologi mengimbau masyarakat memantau perkembangan aktivitas serta rekomendasi teknis Gunung Semeru secara berkala melalui platform resmi magma.esdm.go.id.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Badan Geologi Kementerian ESDM, erupsi gunung, dan Gunung Semeru dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.