banner-sheroes-yoga
Pendidikan

Pemerintah Targetkan 590 Sekolah Rakyat Berdiri hingga 2029

Pemerintah menargetkan 590 Sekolah Rakyat rampung hingga 2029, dengan 93 unit permanen sudah berdiri dan 66 lainnya diusulkan untuk tahap ketiga.

kemendagri, sekolah rakyat
Mendagri Tito Karnavian bersama Ketum TP PKK Tri Tito Karnavian berfoto bersama-sama anak di Sekolah Rakyat, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Sabtu (1/8/2026). dok. Puspen Kemendagri
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengungkapkan pemerintah menargetkan 590 Sekolah Rakyat berdiri di seluruh Indonesia hingga 2029, sebagai bagian program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Sebanyak 93 unit sudah berdiri permanen pada tahap kedua, sementara 66 sekolah lain diusulkan untuk tahap ketiga.

Dudung menjelaskan, program ini dirancang agar anak-anak dari keluarga desil 1 hingga desil 5 tidak putus sekolah. Ia menyebut anak-anak jalanan turut menjadi sasaran utama fasilitas pendidikan tersebut.

"Tujuannya adalah agar anak-anak itu semuanya sekolah, tidak ada yang putus sekolah. Sehingga yang desil 1 sampai desil 5 yang putus sekolah, bahkan anak-anak jalanan, ini mendapat fasilitas yang luar biasa," kata Dudung saat meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara, Senin (21/9).

Pembangunan Sekolah Rakyat ditargetkan rampung sekitar 100 unit setiap tahun sampai mencapai 590 sekolah pada 2029. Dalam kunjungannya, Dudung memantau langsung proses belajar mengajar, ruang kelas, dan asrama yang dipakai para siswa.

"Tugas Kepala Staf Kepresidenan itu adalah memastikan program prioritas Bapak Presiden, salah satunya adalah Sekolah Rakyat Terintegrasi," ujar Dudung.

Peninjauan tersebut, menurut Dudung, dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai rencana sekaligus menemukan kekurangan yang perlu dibenahi. Temuan di lapangan akan dikoordinasikan dengan kementerian terkait.

"Saat ini kita akan meninjau secara langsung bagaimana proses pendidikannya, dan kalau misalnya ada hal-hal yang kurang tentunya saya akan komunikasikan dengan kementerian yang terkait," katanya.

Program Sekolah Rakyat, kata Dudung, merupakan bagian dari persiapan sumber daya manusia menyambut Indonesia Emas 2045. Pemerintah disebut turut menyiapkan program pendidikan lain, termasuk sekolah unggulan dan Sekolah Garuda.

"Konsentrasinya Bapak Presiden adalah untuk menuju Indonesia Emas 2045. Jadi, bibit-bibit unggul ini betul-betul dipersiapkan. Kita mampu bersaing dengan negara luar," kata Dudung.

Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia menjadi modal penting bagi Indonesia menghadapi bonus demografi mendatang.

"Ke depannya dengan sumber daya alam yang berlimpah, sumber daya manusia yang juga mumpuni, insyaallah 2045 bonus demografi ini akan menjadi modal utama bagi kita untuk semakin maju bangsa ini," pungkas Dudung.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai dudung abdurachman, dan sekolah rakyat dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.