Iklan
Nasional

Bandara Husein Sastranegara Target Buka Rute Singapura-Malaysia Oktober 2026

Bandara Husein Sastranegara Bandung ditargetkan kembali melayani penerbangan internasional ke Singapura dan Malaysia mulai Oktober 2026.

Bandara Husein Sastranegara, Bandung
Bandara Husein Sastranegara, Bandung. dok AP II
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung ditargetkan kembali melayani penerbangan internasional mulai Oktober 2026, dengan Singapura dan Malaysia menjadi dua destinasi yang diprioritaskan. Rencana tersebut muncul setelah penerbangan jet komersial di bandara itu kembali aktif pada Agustus lalu setelah hampir tiga tahun dialihkan ke Bandara Kertajati.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, persiapan operasional dari sisi pengelola bandara terus berjalan. Maskapai yang berminat juga tengah menyelesaikan sejumlah perizinan sebelum penerbangan internasional dapat dibuka.

“Kalau menurut kesiapan dari Angkasa Pura, itu Oktober. Kesiapan dari maskapai juga bersamaan sedang mengurus izin-izin penerbangannya,” ujar Farhan, Rabu (23/9/2026).

Menurut Farhan, Singapura dan Malaysia berpeluang menjadi rute pertama karena kedua negara sebelumnya telah memiliki konektivitas udara langsung dengan Bandung.

“Tapi sepertinya didahulukan Singapura dan Malaysia. Mudah-mudahan pada bulan Oktober sudah bisa berjalan,” katanya.

Farhan menyebut TransNusa, Lion Group dan Scoot sebagai sejumlah maskapai yang telah berkomunikasi mengenai potensi penerbangan dari Husein. Namun, target Oktober tersebut belum berarti rute internasional sudah resmi dijual atau beroperasi. 

Basis data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan yang diakses saat ini masih mencantumkan penggunaan Bandara Husein sebagai bandara domestik. Dengan demikian, pengoperasian internasional masih membutuhkan penyelesaian proses regulasi dan kesiapan operasional.

InJourney dan Kemenhub Siapkan Penerbangan Internasional

Direktur Utama InJourney Airports Mohammad Rizal Pahlevi sebelumnya telah menyampaikan target serupa saat penerbangan jet komersial di Husein diaktifkan kembali pada 14 Agustus.

“Sekarang sedang dalam persiapan. Tentunya Kementerian Perhubungan dan Angkasa Pura telah berkoordinasi. Mungkin hitungan bulan ke depan. Kami perkirakan di bulan Oktober,” kata Rizal.

Ia berharap rute internasional nantinya tidak hanya bersifat sementara, tetapi dapat dipertahankan secara berkelanjutan. “Tapi mudah-mudahan akan bisa tidak hanya di Oktober, tetapi berkelanjutan. Tentu ini ada sejarahnya bahwa Husein pernah terbang dengan rute Singapura-Kuala Lumpur,” ujarnya.

Menurut Rizal, pembukaan kembali konektivitas tersebut juga berpotensi menarik lebih banyak maskapai.

“Mungkin hari ini juga jumlah airline-nya akan bertambah dari sebelumnya. Ini saya kira adalah efek positif yang direspons oleh airline itu sendiri dan tentunya para calon penumpang,” tuturnya.

Rencana tersebut merupakan perkembangan dari posisi pemerintah pada Juni lalu. Ketika itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengatakan belum menerima permintaan resmi untuk mengaktifkan kembali penerbangan internasional di Husein.

Penerbangan Jet Kembali Sejak Agustus

Bandara Husein telah lebih dulu menghidupkan kembali penerbangan jet berjadwal pada 14 Agustus 2026 melalui rute Bandung-Denpasar pergi-pulang milik Garuda Indonesia.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan, saat itu pemerintah menyambut baik pengoperasian kembali rute tersebut.

“Atas nama Kementerian Perhubungan, saya menyambut baik dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PT Garuda Indonesia atas langkah strategis mengoperasikan kembali penerbangan langsung rute Bandung – Denpasar melalui Bandara Husein Sastranegara ini,” ujar Lukman.

Sebelum reaktivasi, Kemenhub melakukan safety assessment dan meminta sejumlah peningkatan fasilitas. Bandara Husein memiliki landasan pacu sepanjang 2.220 meter dan lebar 45 meter, dengan keterbatasan lahan akibat kawasan permukiman padat serta penggunaan bersama dengan TNI AU.

Untuk melayani pesawat sekelas Boeing 737-800 dan Airbus A320, pemerintah meminta peningkatan runway, taxiway, apron, fasilitas pemadam kebakaran bandara hingga kesiapan terminal. Kategori PKP-PK juga ditingkatkan menjadi kategori 7.

“Reaktivasi Bandar Udara Husein Sastranegara akan dilaksanakan secara bertahap dengan mengedepankan prinsip keselamatan, keamanan, dan kepatuhan terhadap seluruh regulasi penerbangan sipil. Kami telah menyetujui kajian operasional dan safety assessment sebagai dasar pelaksanaan reaktivasi, serta memastikan seluruh kebutuhan teknis dan operasional dipenuhi sebelum bandar udara kembali beroperasi secara optimal,” ujar Lukman.

Penumpang Melonjak setelah Reaktivasi

Kembalinya penerbangan jet berdampak signifikan terhadap trafik Husein. Data pengelola bandara menunjukkan jumlah penumpang sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai 29.583 orang, melonjak sekitar 1.057% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 2.556 penumpang.

Pada 2025, data resmi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara bahkan hanya mencatat sekitar 2.436 penumpang sepanjang tahun di Husein, setelah sebagian besar penerbangan jet komersial dipindahkan ke Kertajati. Sebelum pemindahan penerbangan, Bandara Husein pernah melayani rata-rata sekitar 2.300 penumpang per hari dan pada periode sibuk dapat mencapai 4.000 penumpang. 

Setelah pengalihan, trafiknya sempat turun menjadi hanya sekitar lima penumpang per hari pada 2025. Lonjakan trafik terbaru menjadi salah satu indikasi adanya permintaan penerbangan langsung dari pusat Kota Bandung.

Sempat Dialihkan ke Kertajati pada 2023

Bandara Husein kehilangan sebagian besar penerbangan jet regulernya sejak 29 Oktober 2023, ketika pemerintah mengalihkan layanan menuju Bandara Kertajati di Majalengka.

Saat itu, tujuh rute domestik berbasis pesawat jet dipindahkan, yakni Balikpapan, Banjarmasin, Batam, Denpasar, Makassar, Medan dan Palembang. Bandara Husein kemudian diprioritaskan untuk pesawat propeler, penerbangan intra-Jawa serta penerbangan tidak berjadwal.

Pemerintah ketika itu menilai Kertajati memiliki landasan yang lebih panjang dan kemampuan melayani pesawat berbadan besar. Bandara tersebut kemudian menjalankan penerbangan domestik dan internasional setelah pengalihan dari Husein.

Reaktivasi Husein pada 2026 karena itu menandai perubahan kembali dalam strategi konektivitas udara Jawa Barat. Pemerintah kini berupaya mengoptimalkan kedua bandara dengan karakter yang berbeda, Kertajati sebagai bandara besar regional dan Husein yang memiliki keunggulan lokasi di tengah Kota Bandung.

Oktober Masih Target, Perizinan Jadi Penentu

Meski pemerintah kota dan InJourney optimistis penerbangan internasional bisa dimulai Oktober, jadwal akhirnya tetap bergantung pada penyelesaian izin rute, kesiapan maskapai, imigrasi, bea cukai, karantina, keamanan serta persyaratan teknis penerbangan internasional.

Sampai saat ini, Kemenhub masih mencatat status penggunaan Husein sebagai domestik, sehingga masyarakat perlu menunggu pengumuman resmi rute, maskapai, frekuensi dan penjualan tiket sebelum menganggap layanan internasional sudah aktif.

Jika seluruh proses rampung sesuai target, pembukaan kembali rute Singapura dan Malaysia akan menjadi fase berikutnya setelah reaktivasi penerbangan jet domestik. Langkah tersebut sekaligus berpotensi memperkuat konektivitas Bandung dengan dua pasar wisata dan bisnis utama di Asia Tenggara.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Muhammad Farhan, bandung, Bandara Husein Sastranegara, dan penerbangan dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.