Iklan
Nasional

Hotspot Karhutla Turun 74,6%, Kemenhut Tetap Perkuat Operasi Lapangan

Kemenhut mencatat hotspot karhutla nasional turun menjadi 688 titik, sementara enam provinsi prioritas turun 74,6% dalam sehari.

Karhutla
Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kepungan asap tebal. (dok. Kemenhut)
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Kementerian Kehutanan mencatat penurunan signifikan hotspot karhutla dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence secara nasional. Kini, Jumlah hotspot tercatat 688 titik atau turun 844 titik dalam sehari.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi mengatakan, penurunan tersebut terjadi bersamaan dengan penguatan operasi pengendalian karhutla di sejumlah wilayah prioritas.

Menurut Ristianto, Kemenhut bersama BNPB tetap melakukan pengawasan dan penanganan di Kalimantan Tengah, termasuk melalui evaluasi langsung di Camp Peat Tumbang Nusa.

"Data SiPongi Kemenhut yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 menunjukkan 688 hotspot high confidence secara nasional hingga Senin (21/9) pukul 21.10 WIB. Jumlah tersebut turun dari 1.532 titik yang terpantau pada Minggu (20/9)," jelas Ristianto dalam keterangan tertulis, Selasa (22/9).

Ristianto menjelaskan penurunan juga terjadi di sebagian besar enam provinsi yang menjadi wilayah prioritas pengendalian karhutla. Kalimantan Tengah mencatat 228 titik, turun tajam dari 968 titik sehari sebelumnya.

Di Kalimantan Barat, jumlah hotspot turun dari 98 menjadi 36 titik, sedangkan Sumatera Selatan merosot dari 285 menjadi 23 titik. Jambi juga mengalami penurunan dari 26 menjadi hanya dua titik.

Sementara itu, Riau tidak lagi mencatat hotspot high confidence setelah sehari sebelumnya terdeteksi satu titik. Berbeda dengan wilayah lain, Kalimantan Selatan justru mengalami kenaikan dari 39 menjadi 71 titik.

Secara kumulatif, Ristianto menyebut jumlah hotspot high confidence di enam provinsi prioritas turun dari 1.417 menjadi 360 titik dalam sehari. Penurunan tersebut setara dengan sekitar 74,6%.

Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan penurunan jumlah hotspot paling besar di antara enam provinsi tersebut. Meski turun signifikan, provinsi itu masih mencatat jumlah hotspot tertinggi dibandingkan lima wilayah prioritas lainnya.

Kalimantan Selatan menjadi satu-satunya provinsi prioritas yang mengalami peningkatan hotspot dibandingkan pemantauan sehari sebelumnya. Kondisi tersebut tetap menjadi bagian dari pemantauan pengendalian karhutla oleh pemerintah.

Ristianto menjelaskan penguatan pengendalian tidak hanya dilakukan melalui pemantauan hotspot, tetapi juga mencakup evaluasi lapangan dan penegakan hukum.

Pemegang konsesi yang dinilai tidak memenuhi kewajiban dalam pengendalian karhutla juga menjadi perhatian dalam langkah tersebut.

Kemenhut menegaskan data hotspot tidak dapat langsung digunakan untuk menyimpulkan adanya satu kejadian kebakaran tertentu. Menurut Ristianto, hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang ditangkap oleh sensor satelit.

Karena itu, setiap indikasi hotspot tetap membutuhkan verifikasi lebih lanjut melalui groundcheck. Kondisi aktual di lapangan menjadi dasar untuk memastikan ada atau tidaknya kebakaran serta mengetahui kondisi area yang terindikasi.

 

 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Kementerian Kehutanan (Kemenhut), dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.