Periskop.id - Perhelatan sepak bola paling bergengsi sejagat raya segera tiba dengan nuansa yang sangat berbeda. Gelaran Piala Dunia 2026 akan menjadi saksi sejarah bagi empat negara yang untuk pertama kalinya berhasil menembus putaran final.
Kehadiran setiap negara debutan ini membawa kisah perjuangan yang luar biasa, mulai dari pemanfaatan teknologi profesional seperti LinkedIn hingga keberhasilan memecahkan rekor populasi terkecil dalam sejarah turnamen.
Curacao
Pulau kecil di Karibia, Curacao, resmi menjadi kejutan terbesar dengan mengukir sejarah sebagai negara terkecil yang pernah tampil di ajang Piala Dunia.
Kepastian ini didapat setelah mereka berhasil menahan imbang Jamaika. Dengan populasi yang hanya berjumlah sedikit di atas 150.000 jiwa, Curacao sukses melampaui rekor Islandia pada edisi 2018 sebagai negara berpenduduk paling sedikit di putaran final.
Transformasi performa mereka sangat drastis jika menilik rekam jejak posisi di dunia. Sepuluh tahun lalu, Curacao masih terpuruk di peringkat 150 dunia, namun kini posisi mereka telah melesat jauh ke peringkat 82 dunia.
Berdasarkan catatan sejarah, Curacao pernah mencapai peringkat tertinggi sepanjang masa di posisi 68 dunia pada Juli 2017, sementara titik terendahnya berada di posisi 183 dunia pada April 2013.
Cape Verde
Negara kepulauan di lepas pantai barat Afrika ini menyusul jejak Curacao sebagai fenomena baru.
Dengan populasi sekitar 600.000 jiwa, Cape Verde sempat menjadi negara terkecil kedua yang lolos setelah Islandia pada Oktober lalu, sebelum akhirnya rekor tersebut diambil alih oleh Curacao.
Tiket menuju turnamen tahun depan berhasil mereka amankan setelah mengalahkan Eswatini, sekaligus melengkapi kebangkitan luar biasa sepak bola mereka selama 40 tahun terakhir.
Keberhasilan Cape Verde didorong oleh upaya masif mencari pemain diaspora di seluruh dunia. Skuad mereka saat ini diperkuat enam pemain kelahiran Belanda dan satu bek asal Irlandia, Roberto Lopes. Pemain berusia 33 tahun kelahiran Dublin tersebut direkrut secara unik melalui LinkedIn oleh federasi setempat karena memiliki garis keturunan dari ayahnya.
Secara statistik, Cape Verde pernah mencapai masa kejayaan dengan menempati peringkat tertinggi di posisi 27 dunia pada Februari 2014, meskipun mereka juga pernah berada di posisi terendah yakni peringkat 182 dunia pada April 2000. Saat ini, posisi mereka stabil di peringkat 67 dunia.
Yordania
Yordania akhirnya memecah kebuntuan setelah pertama kali mencoba peruntungan di kualifikasi Piala Dunia 40 tahun silam. Negara Arab ini memastikan tempat di putaran final dengan status sebagai runner-up di Grup B kualifikasi zona Asia (AFC), berada tepat di bawah kekuatan besar Korea Selatan.
Perkembangan sepak bola Yordania terlihat sangat menjanjikan dalam setahun terakhir. Pada tahun 2015, mereka masih tertahan di peringkat 87 dunia, namun saat ini posisi mereka sudah meroket hingga ke peringkat 64 dunia.
Jika ditarik lebih jauh, Yordania pernah merasakan duduk di peringkat tertinggi yakni posisi 37 dunia pada periode Agustus hingga September 2004, sedangkan peringkat terendah mereka tercatat di posisi 152 dunia pada Juli 1996.
Uzbekistan
Uzbekistan menjadi perwakilan Asia lainnya yang mencatatkan diri sebagai negara debutan di turnamen global ini. Setelah berkali-kali nyaris lolos namun selalu gagal di babak akhir kualifikasi pada edisi Jerman 2006 dan Brasil 2014, kini penantian mereka berakhir manis.
Kekuatan Uzbekistan didukung oleh talenta berbakat seperti Abdukodir Khusanov, bek Manchester City yang menjadi pemain Uzbekistan pertama yang tampil di Liga Premier Inggris.
Saat ini, Uzbekistan berada di peringkat 50 dunia, sebuah kenaikan signifikan dari peringkat 74 pada tahun 2015.
Catatan terbaik mereka sepanjang sejarah adalah saat menduduki peringkat tertinggi di posisi 45 dunia antara November 2006 hingga Januari 2007, sementara peringkat terendahnya berada di posisi 119 dunia pada November 1996.
Tinggalkan Komentar
Komentar