Periskop.id - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menetapkan 21 cabang olahraga unggulan masuk Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengatakan bahwa terdapat total 21 cabang hasil revisi yang akan menjadi fokus pembinaan nasional.

Dari 21 cabang tersebut terdapat 20 cabang yang dikategorikan sebagai cabang unggulan Olimpiade dan satu cabang road to world stage. "Mayoritas merupakan cabor perorangan, bukan beregu. Ini ditujukan sebagai wujud kedigdayaan bangsa," kata Erick Thohir dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1). 

Penentuan pemilihan 21 cabang ini didasarkan pada indikator sejarah, tradisi, potensi prestasi, serta cerminan kekuatan bangsa. Ke 21 cabang yang masuk ke dalam DBON ini juga akan dipersiapkan khusus menuju Olimpiade 2028 Los Angeles.

Namun sebelum tampil di Olimpiade 2028, Kemenpora juga menargetkan untuk bisa menyasar prestasi di Asian Games Jepang 2026 dan SEA Games Malaysia 2027.

Erick menegaskan, ke 21 cabang yang telah ditetapkan ini tidak bersifat permanen. Ke depannya dapat digantikan lewat sistem promosi dan degradasi didasarkan pada capaian prestasi, terutama hasil di Olimpiade 2028 dan Olimpiade 2032 mendatang.

Lebih lanjut saat ini Kemenpora tengah menunggu penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) baru tentang DBON sebagai pengganti Perpres no.86 tahun 2021.

Daftar cabang masuk DBON baru:

20 cabang olahraga unggulan Olimpiade:

1. Atletik

2. Senam

3. Akuatik

4. Bulu tangkis

5. Angkat besi

6. Panjat tebing

7. Panahan

8. Sepak bola

9. Menembak

10. Judo

11. Tinju

12. Taekwondo

13. Balap sepeda

14. Voli pantai (2x2)

15. Bola basket (3x3)

16. Dayung (Rowing dan Canoe)

17. Tenis

18. Anggar

19. Gulat

20. Equestrian

Cabang world heritage:

​​​​​​​1. Pencak silat

Seperti pernyataan di atas, semua cabang olahraga unggulan akan bersaing untuk meningkatkan prestasi mereka. Pasalnya, jika krisis prestasi, maka posisi mereka sebagai unggulan bisa digeser cabang lain yang meraih prestasi gemilang di ajang internasional.

"Jadi bukan berarti 21 cabor ini sudah aman tapi nanti evaluasi berikutnya di tahun 2028 (tahun Olimpiade) dimana sasaran antara SEA Games, Asian Games, kemudian Olimpiade, di situ kami akan evaluasi lagi promosi degradasinya seperti apa," kata Erick sebelumnya. 

Menpora menjelaskan, nantinya, setelah 21 cabang unggulan diresmikan, pihaknya akan berbicara dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Kejaksaan Agung. Ini karena penilaian masing-masing cabang olahraga yang berbeda terkait pendanaan dan target-target.

"Jadi jangan sampai, niat semuanya baik tapi nanti menyalahi aturan negara. Karena saya harus benar-benar jaga teman-teman yang ada di organisasi olahraga," tuturnya.