Periskop.id - Produsen otomotif asal China, Geely, secara resmi telah merakit kendaraan EX2 mereka secara lokal. Tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) diklaim mencapai 46,5%.

“Dalam waktu dekat kami akan mengumumkan harga resmi untuk pasar Indonesia. Melalui strategi lokalisasi dengan kandungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 46,5%, kami siap menjawab permintaan konsumen dengan menghadirkan produk berkualitas global yang dirakit secara lokal,” kata CEO Geely Auto Indonesia, Wu Chuxing dalam keterangan resminya, Selasa (20/1). 

Perakitan lokal yang dilakukan di PT Handal Indonesia Motor (HIM) ini, sekaligus menandai komitmen jangka panjang Geely untuk memperkuat fondasi industri otomotif nasional. Hal ini juga menjadi penanda akan keyakinan terhadap potensi Indonesia sebagai pasar utama di kawasan Asia Tenggara.

Geely Indonesia sendiri, telah mulai membuka keran pemesanan untuk kendaraan ini sejak November 2025. Konsumen otomotif Tanah Air menyambut hangat kendaraan ini, dengan tercatatnya SPK sebanyak 1.000 unit.

“Sejak program pre-booking dibuka pada November 2025, Geely EX2 mendapatkan respons yang sangat positif dengan lebih dari 1.000 SPK,” jelasnya. 

Di Indonesia, Geely tidak hanya folus dalam merakit kendaraan saja, tetapi juga menjalin beragam kerja sama dengan pihak lokal. Di antaranya dengan manufaktur lokal Gotion dalam pemasokan battery cell untuk Geely EX2. 

Langkah kolaboratif ini menjadi langkah penting dalam pengembangan industri baterai di Indonesia. Sekaligus membentuk value chain yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Dari sisi keamanan, baterai Geely EX2 mengusung teknologi Cell-to-Pack (CTP) yang dilengkapi Geely Battery Safety System dan sistem pendingin berbasis cairan. Seluruh standar keselamatan dan sertifikasi tetap mengacu pada protokol global Geely untuk memastikan tingkat keamanan tertinggi bagi konsumen.

Di lini produksi, strategi penguatan manufaktur diwujudkan melalui pelatihan teknis intensif, knowledge sharing, dan pendampingan dari tim global Geely kepada karyawan lokal.

Kualitas perakitan dijaga lewat penerapan Geely Manufacturing Enterprise System (GMES) untuk memastikan konsistensi di setiap tahap produksi. Ia memastikan, setiap unit Geely EX2 menjalani serangkaian pengujian ketat ,guna memvalidasi performa advanced driver assistance system (ADAS) dalam berbagai skenario berkendara.

Melalui komitmen perakitan lokal ini, Geely, lanjutnya, berkontribusi pada transfer teknologi, peningkatan kompetensi manufaktur, serta pemenuhan TKDN yang memperkuat daya saing industri otomotif Indonesia. Hal ini diyakini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah di sektor kendaraan listrik.