Periskop.id - Produsen mobil sport mewah asal Italia, Automobili Lamborghini, resmi memperkenalkan Lamborghini Fenomeno Roadster, sebagai mobil atap terbuka paling bertenaga yang pernah diproduksi perusahaan tersebut.

Model edisi terbatas itu hadir sebagai penerus lini eksklusif “Few-Off” Lamborghini dan hanya diproduksi sebanyak 15 unit untuk pasar global. Fenomeno Roadster menjadi versi terbuka dari Lamborghini Fenomeno Coupé yang diperkenalkan pada 2025.

Presiden dan CEO Lamborghini Stephan Winkelmann menegaskan, mobil ini dirancang untuk menghadirkan kombinasi performa ekstrem, desain futuristis, dan eksklusivitas tingkat tinggi.

“Fenomeno Roadster merepresentasikan desain visioner, performa tanpa kompromi, dan eksklusivitas absolut,” kata Presiden dan CEO Lamborghini Stephan Winkelmann dikutip Rabu (13/5). 

Fenomeno Roadster mengusung mesin V12 naturally aspirated 6,5 liter yang dipadukan dengan tiga motor listrik. Sistem hybrid tersebut mampu menghasilkan tenaga gabungan hingga 1.080 CV atau setara sekitar 1.065 horsepower(hp), menjadikannya salah satu mobil hybrid performa tertinggi yang pernah dibuat Lamborghini.

Dengan tenaga sebesar itu, Lamborghini mengklaim Fenomeno Roadster mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 kilometer per jam hanya dalam 2,4 detik. Kecepatan maksimalnya diklaim menembus lebih dari 340 kilometer per jam.

Supercar dua penumpang ini dibangun menggunakan sasis serat karbon multi-teknologi berbasis struktur monofuselage yang sebelumnya digunakan pada Lamborghini Revuelto. Material ringan tersebut dikembangkan untuk menjaga rasio bobot dan tenaga tetap optimal meski mobil menggunakan sistem hybrid.

Lamborghini juga membekali Fenomeno Roadster dengan suspensi balap yang dapat diatur manual, serta sistem pengereman karbon-keramik CCM-R Plus untuk mendukung performa di lintasan maupun jalan raya.

Paket Aerodinamika
Dari sisi desain, Lamborghini mengembangkan paket aerodinamika baru khusus untuk model tanpa atap ini. Mobil dilengkapi spoiler tambahan di bagian kaca depan, diffuser belakang berukuran besar, active rear wing, hingga knalpot heksagonal khas Lamborghini.

Sebagai mitra teknis, Bridgestone turut mengembangkan ban Potenza khusus untuk Fenomeno Roadster guna memaksimalkan grip dan stabilitas kendaraan saat melaju dalam kecepatan tinggi.

Kehadiran Fenomeno Roadster melanjutkan tradisi Lamborghini dalam menghadirkan model ultra-langka untuk kolektor kelas atas dunia. Sebelumnya, Lamborghini juga merilis model eksklusif seperti Lamborghini Reventón Roadster, Lamborghini Sian Roadster, hingga Lamborghini Centenario Roadster yang diproduksi sangat terbatas dan langsung habis terjual sebelum peluncuran publik.

Sekadar informasi, strategi Lamborghini merilis mobil edisi langka menjadi bagian penting dalam menjaga eksklusivitas merek sekaligus meningkatkan nilai koleksi kendaraan mereka di pasar global. Meski diproduksi sangat sedikit, model-model tersebut biasanya sudah dipesan kolektor sebelum resmi diperkenalkan.

Industri supercar global sendiri kini semakin agresif mengembangkan teknologi elektrifikasi tanpa mengorbankan performa mesin konvensional. Lamborghini menjadi salah satu produsen yang mulai menggabungkan mesin V12 dengan teknologi hybrid untuk memenuhi regulasi emisi sekaligus mempertahankan karakter performa khas mereka.

Selain Lamborghini, sejumlah produsen mobil performa tinggi seperti Ferrari dan McLaren Automotive juga mulai menghadirkan hypercar hybrid bertenaga lebih dari 1.000 hp dalam beberapa tahun terakhir.