Periskop.id - Kabar mengenai perburuan pemain yang dilakukan Barcelona menjelang bursa transfer musim panas mendatang terus berkembang dinamis. Salah satu nama yang konsisten dikaitkan dengan raksasa Catalunya tersebut adalah bek tengah andalan Inter Milan, Alessandro Bastoni. 

Selama berlangsungnya musim 2025/2026, rumor kepindahan pemain Italia itu ke Camp Nou menjadi salah satu topik paling hangat di media olahraga Eropa.

Namun, laporan terbaru menunjukkan adanya pergeseran strategi dari manajemen klub. Barcelona dikabarkan mulai mengendurkan minat mereka untuk meminang Bastoni. 

Alih-alih mendatangkan bek tengah kelas atas dengan harga selangit, klub asuhan jajaran direksi Deco ini disebut lebih memprioritaskan perekrutan penyerang baru. 

Langkah ini diambil sebagai strategi jangka panjang untuk mencari sosok pengganti Robert Lewandowski, meskipun hingga saat ini belum ada keputusan final yang ditetapkan oleh pihak klub.

Respons Carles Puyol Terkait Kualitas Alessandro Bastoni

Di tengah ketidakpastian tersebut, mantan kapten legendaris Barcelona, Carles Puyol, turut memberikan pandangannya. 

Saat dimintai pendapat mengenai potensi bergabungnya pemain yang baru saja sukses meraih gelar Scudetto bersama Inter Milan itu, Puyol memilih untuk bersikap diplomatis namun tetap kritis.

“Anda harus bertanya kepada Deco,” ujar Puyol saat diwawancarai oleh DAZN, sebagaimana dikutip oleh Football Italia pada Minggu (10/5). Pernyataan ini merujuk pada wewenang Deco sebagai Direktur Olahraga Barcelona dalam menentukan arah transfer klub.

Puyol tidak menampik bahwa Bastoni adalah pemain bertahan yang memiliki kualitas jempolan. Namun, ia juga memberikan catatan penting mengenai kondisi internal Barcelona saat ini. 

Menurutnya, lini belakang Blaugrana sebenarnya sudah diisi oleh talenta-talenta muda yang sangat potensial dan sudah memahami filosofi permainan klub.

“Saya pikir dia adalah bek yang sangat bagus. Saya juga melihat Barcelona memiliki bek-bek muda yang bagus dan memahami gaya bermain klub,” tambah Puyol.

Tantangan Berat Menjadi Bek di Barcelona

Lebih lanjut, pria yang identik dengan nomor punggung 5 tersebut mengingatkan bahwa menjadi seorang bek di Barcelona bukanlah perkara mudah. Ada karakteristik taktik yang sangat spesifik yang harus dikuasai oleh pemain manapun yang ingin merumput di sana. 

Tantangan utama yang ia garis bawahi adalah penggunaan garis pertahanan yang sangat tinggi yang menjadi ciri khas permainan Barcelona.

“Bermain sebagai bek di Barcelona tidak mudah dengan garis pertahanan yang tinggi. Terkadang sulit untuk beradaptasi,” jelasnya. 

Hal ini menyiratkan bahwa seorang bek hebat di liga lain belum tentu bisa langsung nyetel dengan sistem permainan terbuka dan berisiko yang diterapkan di Catalunya.

Meski demikian, Puyol menegaskan bahwa segala keputusan akhir berada di tangan manajemen berdasarkan analisis data yang matang. 

“Namun jika klub merasa perlu merekrut Bastoni, maka mereka akan mendapatkan pemain yang kuat. Mereka pasti sudah menganalisisnya dengan sangat baik untuk memahami apakah dia pilihan yang tepat dan apakah transfernya memungkinkan. Karena pada akhirnya, Anda bisa saja menginginkan seorang pemain, tetapi tidak selalu ada kondisi yang tepat untuk membelinya,” pungkasnya.