periskop.id - Ignasius Jonan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Komisaris Independen PT United Tractors Tbk (UNTR). Perseroan menyatakan telah menerima surat pengunduran diri tersebut pada 8 Mei 2026.

Langkah ini disampaikan mengacu pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan melalui Peraturan No.33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.

“Perseroan akan menindaklanjuti pengunduran diri tersebut sesuai dengan ketentuan anggaran dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tulis Corporate Secretary PT United Tractors Tbk Ari Setiyawan, dalam keterbukaan informasi Bursa, dikutip Rabu (13/5).

Manajemen belum merinci alasan di balik pengunduran diri Jonan. Namun, sesuai praktik tata kelola, keputusan tersebut akan dibahas lebih lanjut dalam mekanisme internal perusahaan, termasuk melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Jonan pertama kali diangkat sebagai Komisaris Independen UNTR melalui RUPST 25 April 2025 dan kembali dipercaya dalam RUPST 16 April 2026. Meski mundur dari United Tractors, Jonan diketahui masih aktif memegang sejumlah posisi strategis di berbagai perusahaan besar, antara lain sebagai Komisaris Independen Unilever Indonesia serta Presiden Komisaris Marsh McLennan Indonesia.

Ignasius Jonan dikenal sebagai sosok berpengalaman di bidang manajemen dan keuangan. Ia pernah berkarier di sejumlah institusi besar seperti Citibank dan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero).

Namanya semakin dikenal publik saat menjabat sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), sebelum kemudian dipercaya menjadi Menteri Perhubungan pada periode 2014–2016.

Kariernya di pemerintahan berlanjut sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada periode 2016–2019. Pengalaman lintas sektor tersebut menjadikan Jonan salah satu profesional yang kerap dipercaya mengisi posisi strategis di berbagai korporasi.

Dari sisi pendidikan, Jonan merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga dengan spesialisasi akuntansi. Ia juga meraih gelar Master of Arts in International Relations dari Fletcher School of Law and Diplomacy, Tufts University, serta gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Airlangga.