Periskop.id - Ford Motor Company resmi memperkenalkan Fathom, pikap listrik kelas menengah yang akan menjadi kendaraan pertama berbasis Universal Electric Vehicle (UEV) Platform. Dengan harga mulai US$28.350 atau sekitar Rp504,7 juta, Ford menempatkan model baru tersebut sebagai salah satu senjata utamanya untuk memperluas pasar kendaraan listrik yang lebih terjangkau.

Harga tersebut berlaku untuk Fathom dengan baterai standard range dan belum termasuk biaya pengiriman sebesar US$1.595. Ford akan membuka pemesanan awal pada awal 2027, sementara kendaraan dijadwalkan mulai hadir kepada konsumen pada tahun yang sama.

Nama Fathom dipilih setelah Ford melalui proses penamaan selama sekitar sembilan bulan. Dalam bahasa Inggris, fathom juga dikenal sebagai satuan pengukuran kedalaman laut. Ford menggunakan istilah tersebut untuk menggambarkan upayanya memahami lebih dalam, bagaimana konsumen menggunakan kendaraan dalam kehidupan sehari-hari.

Kabin Diklaim Lebih Lega dari Toyota RAV4

Meski berstatus pikap, Ford merancang Fathom agar tetap nyaman sebagai kendaraan keluarga. Perusahaan memproyeksikan ruang penumpangnya lebih besar dibandingkan Toyota RAV4, sekaligus tetap membawa bak belakang dan ruang penyimpanan tambahan di bagian depan atau frunk.

Dari sisi teknologi, Fathom akan mendapatkan layar sentuh berukuran besar dengan navigasi berbasis Apple Maps. Apple CarPlay dan Android Auto menjadi fitur standar bersama Digital Key serta kontrol kendaraan jarak jauh melalui aplikasi Ford.

Pikap listrik tersebut juga akan mendukung kemampuan daya dua arah atau bidirectional power, sehingga baterai kendaraan dapat digunakan untuk memasok listrik ke perangkat lain. Seluruh unit juga disiapkan mendukung generasi terbaru BlueCruise untuk berkendara tanpa tangan pada ruas jalan yang kompatibel.

Namun, Ford belum mengumumkan sejumlah spesifikasi penting seperti kapasitas baterai, jarak tempuh berdasarkan standar EPA, kecepatan pengisian daya maupun konfigurasi motor listrik. Informasi tersebut akan diumumkan mendekati peluncurannya.

Ford Ubah Cara Membuat Mobil Listrik

Fathom menjadi lebih penting karena bukan sekadar model baru. Kendaraan ini menjadi produk pertama dari Universal EV Platform yang dikembangkan Ford untuk membangun keluarga kendaraan listrik dengan biaya produksi lebih rendah.

Ford mengklaim platform tersebut menggunakan sekitar 20% lebih sedikit komponen, 25% lebih sedikit pengikat dan 40% lebih sedikit stasiun kerja dibandingkan proses produksi kendaraan konvensional perusahaan. Waktu perakitan juga ditargetkan menjadi sekitar 15% lebih cepat.

Perusahaan bahkan mengubah konsep lini produksi tradisional menjadi sistem yang disebut assembly tree. Bagian depan, belakang dan struktur baterai dirakit secara paralel pada jalur berbeda sebelum disatukan pada tahap akhir.

Ford President and CEO Jim Farley mengatakan, perusahaan harus mengambil pendekatan berbeda jika ingin menghasilkan EV yang benar-benar terjangkau sekaligus menguntungkan.

“Kami mengambil pendekatan radikal untuk menghadapi tantangan yang sangat berat: menciptakan kendaraan terjangkau yang memuaskan pelanggan dalam segala aspek yang penting—desain, inovasi, fleksibilitas, ruang, kenikmatan berkendara, dan biaya kepemilikan—serta mewujudkannya dengan melibatkan pekerja Amerika,” kata Farley.

Ford juga menegaskan Fathom tidak akan menjadi kendaraan murah yang mengorbankan terlalu banyak fitur. "Ini bukan kendaraan bergaya lama yang serba minim fitur,” ucap Chief EV, Digital and Design Officer Ford, Doug Field.

Investasi Ford Capai US$5 Miliar

Pengembangan keluarga EV baru tersebut didukung investasi sekitar US$5 miliar. Sekitar US$2 miliar dialokasikan untuk transformasi Louisville Assembly Plant di Kentucky, tempat Fathom akan diproduksi, sementara US$3 miliar ditempatkan di BlueOval Battery Park Michigan.

Investasi tersebut diperkirakan menciptakan atau mempertahankan hampir 4.000 pekerjaan. Ford juga akan menggunakan baterai lithium iron phosphate atau LFP berbentuk prismatik yang tidak menggunakan kobalt dan nikel untuk membantu menekan biaya serta bobot kendaraan.

Baterai Fathom sekaligus menjadi bagian struktural lantai kendaraan. Pendekatan tersebut memberi titik gravitasi lebih rendah dan membantu menciptakan ruang kabin yang lebih lapang.

Axios menyebut harga awal Fathom hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan Ford Maverick, pikap hybrid kompak yang dibanderol mulai US$28.145. Kehadiran Fathom menunjukkan Ford ingin membawa EV ke segmen harga yang selama ini lebih banyak ditempati kendaraan bermesin konvensional atau hybrid.

TechCrunch juga mencatat harga dasar US$28.350 membuat Fathom tetap berada di bawah US$30.000 setelah biaya pengiriman dimasukkan, mendekati target yang selama ini ditetapkan Ford untuk kendaraan listrik generasi barunya.

Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya Ford menghadapi persaingan EV yang semakin ketat, termasuk dari produsen China dan perusahaan rintisan kendaraan listrik berbiaya rendah. Universal EV Platform nantinya tidak hanya digunakan untuk pikap, tetapi dirancang cukup fleksibel untuk mendukung berbagai bentuk kendaraan lainnya.

Dengan Fathom, Ford mencoba membuktikan kendaraan listrik berharga relatif terjangkau tidak harus hadir sebagai produk yang minim fitur. Tantangan berikutnya adalah membuktikan harga agresif tersebut dapat dipertahankan ketika produksi massal dimulai, sekaligus menawarkan jarak tempuh dan kecepatan pengisian yang cukup kompetitif.